Home » News » Dipicu Cemburu, Ayah di Riau Tega Bunuh Anak Tirinya

Dipicu Cemburu, Ayah di Riau Tega Bunuh Anak Tirinya



Jakarta – Syawaludin atau Syawal (25), warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau ditangkap polisi lantaran menganiaya anak tirinya, Daffa Rafiqi (2) hingga tewas. Aksinya tersebut dipicu cemburu lantaran istrinya masih berkomunikasi dengan mantan suami.

Dipicu Cemburu, Ayah di Riau Tega Bunuh Anak Tirinya

Gambar ilustrasi

“Tersangka awalnya tidak mengaku. Tapi dengan berbagai bukti keterangan dari Puskesmas akhirnya mengakui perbuatannya,” kata Kapolsek Bangko Jaya AKP Meitertika, Jumat (12/5/2017).

Baca juga : Asyik Joget, Dua Bandar Judi Ditangkap Polisi

Kasus tersebut bermula ketika Syawal sedang makan siang, Rabu (10/5/2017) lalu. Saat itu, anak tirinya Daffa buang air besar di celana dan membuat Syawal naik darah.

“Di dalam kamar mandi saat membersihkan, memukul korban. Korban masih tetap menangis walau dipukul. Pelaku semakin emosi lantas menyakiti bagian vital korban,” ujarnya.

Kemudian, Syawal menyakiti alat vital Daffa yang menyebabkan korban langsung kejang-kejang. Untuk menutupi perbuatannya, Syawal memberikan bedak di kemaluan bocah itu.

Karena korban kejang, kata Meitertika, tersangka membawanya ke puskesmas namun Daffa meninggal dalam perjalanan. Kepada petugas puskesmas, tersangka menyebut anaknya mengalami kejang-kejang.

Namun hasil medis, di tubuh korban terdapat bekas luka dan gigitan. Pihak puskesmas yang merasa janggal lalu menghubungi Ketua RT setempat, Cumel.

“Tim medis di puskesmas ada juga istri anggota Polisi. Dari sana dilaporkan ke pihak kita, dan langsung melakukan penyelidikan ke puskesmas,” kata Meitertika.

Saat tim di Puskesmas, katanya, korban ternyata sudah dibawa ke Kota Dumai oleh tersangka. Korban dikebumikan di tempat mertuanya.

“Malam harinya tim datang ke rumah pelaku saat ada yasinan. Kita jelaskan bahwa kematian korban diduga ada penganiayaan,” kata Mei.

Selanjutnya, tersangka pun dibawa ke Mapolsek. Kepada polisi, Syawal mengaku menikahi istrinya, Devi, yang berstatus janda anak satu pada Januari 2017. Namun belakangan, terjadi keributan, April lalu. Sebab, istrinya masih berkomunikasi dengan suami pertamanya melalui telepon genggam.

“Tersangka mengaku cemburu. Karenanya dia melampiaskan kemarahan itu sama anak tirinya. Saat melakukan penganiayaan, istrinya lagi bekerja di sebuah kantin,” tutup Meitertika.

(bens – sisidunia.com)