Home » News » Dilarang Karena Hari Libur Waisak, Massa Pro Ahok Tetap Gelar Aksi di Depan Mako Brimob

Dilarang Karena Hari Libur Waisak, Massa Pro Ahok Tetap Gelar Aksi di Depan Mako Brimob



Depok – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini secara resmi telah ditetapkan sebagi tersangka kasus dugaan penistaan agama pasca keputusan Majelis Hakim pada hari selasa (09/05/2017) kemarin. Kini penahanan Ahok telah dpindahkan ke Rutan Mako Brimob.

Dilarang Karena Hari Libur Waisak, Massa Pro Ahok Tetap Gelar Aksi di Depan Mako Brimob

Massa pendukung Ahok melakukan aksi di depan Mako Brimob

Pasca penahanan Ahok, para pendukung Ahok langsung melakukan aksinya untuk meminta Ahok dibebaskan. Aksi yang dilakukan tersebut sudah dilakukan sejak hari rabu (10/05/2017) kemarin hingga kini.

Berkaitan hari ini, kamis (11/05/2017), merupakan hari libur besar dimana memperingati Hari Raya Waisak, maka Polresta Depok melarang adanya aksi tersebut. Apalagi aksi tersebut dilakukan di depan Markas Komando Korps Brimob (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok.

“Demo boleh, tetapi ada aturannya. Sesuai Pasal 6 Ayat (2) huruf b, demo tidak boleh dilakukan pada hari besar nasional. Hari ini kan Hari Raya Waisak,” ujar Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan, Kamis (11/5/2017).

Selain itu, massa wajib memberitahukan aksi paling lambat tiga hari sebelumnya. Hingga saat ini, polisi belum menerima pemberitahuan dari massa terkait rencana aksi demo hari ini.

Baca juga : Lieus Sungkharisma Apresiasi Kinerja Hakim Atas Vonis Ahok Dua Tahun Penjara

“Jadi, kalau ada demo tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, akan kita bubarkan,” ungkapnya.

Namun rupanya peringatan tersebut masih tak dihiraukan oleh para pendukung Ahok. Pasalnya sekitar pukul 09.05 WIB, sejumlah orang terlihat menggelar tikar di sekitar lokasi. Aktivitas yang mereka lakukan seperti sarapan pagi.

Salah satu relawan Ahok bernama Bara mengatakan dia menginap di sekitar Mako Brimob. Dia bersama pendukung lainnya akan bertahan sampai Ahok dibebaskan.

“Kami sependeritaan. Ahok di sana, kami menderita di sini, kami satu hati semuanya. Dia merasa di sana, kami merasa di sini,” kata Bara.

Bara bersama pendukung lainnya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Brimob untuk menginap di sekitar lokasi dan menjaga kebersihan. Bahkan rencananya nanti siang hingga malam akan ada aksi meminta Ahok dibebaskan.

“Nanti rencana aksi pukul 14.00 WIB, malam ada bakar lilin dan doa bersama. Kami terus di sini sampai Ahok dibebaskan,” ucap Bara.
(Muspri-sisidunia.com)