Home » Gaya Hidup » Kolam Bola Sarang Penyakit Bagi Anak-Anak. Fakta Atau Hoax ?

Kolam Bola Sarang Penyakit Bagi Anak-Anak. Fakta Atau Hoax ?



Jakarta – Seringkali kita mendapat sebuah pesan berantai, baik itu berupa pesan biasa atau pesan dari media social, terkait bahaya yang akan mengincar anak-anak apabila bermain di kolam bola. Kebanyakan pesan berantai tersebut menyebutkan bahwa kolam bola merupakan sarang penyakit bagi anak-anak.

Kolam Bola Sarang Penyakit Bagi Anak-Anak. Fakta Atau Hoax ?

Ilustrasi

Padahal fakta dilapangan, kolam bola merupakan salah satu tempat bermain favorit anak-anak. Seringkali kita melihat anak-anak bermain dengan riangnya di kolam bola bersama anak-anak lain yang seumuran.

Tak sedikit dari kita bertanya-tanya akan kebenaran dari pesan berantai tersebut. Tak hanya itu, ada pula orang tua, khususnya para ibu, langsung panik saat mendapatkan pesan berantai tersebut dan langsung menyebar luaskan pesan itu tanpa mengetahui kebenarannya.

Oleh karena itu, Dokter spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, mengatakan sudah lama mendapatkan pesan berantai semacam itu. Meski dalam pesan itu berisi cerita yang disebut sebagai kisah nyata, namun dr Meta menganggapnya tidak masuk akal.

Dalam pesan berantai dituturkan, berdasarkan milis HIMASAD (HIMA Sastra Jerman UNPAD), ada anak kecil yang saat bermain di kolam bola tiba-tiba melolong kesakitan lantaran pantatnya terasa sakit sekali, seperti tertusuk sesuatu benda. Ibunya lantas memeriksa, ternyata terdapat bilur merah kecil. Memar tersebut dikatakan semakin membengkak, sementara si anak mulai menggigil gemetar, muntah-muntah dan matanya berputar ke belakang.

Masih menurut cerita broadcast, anak itu lantas dilarikan ke RS, namun tidak lama meninggal. Dokter menyatakan kematian anak itu dikarenakan overdosis heroin, yang mana ditengarai jarum suntik berisi heroin itu terdapat di dalam kolam bola yang tidak pernah dibersihkan.

Baca juga : Hati-hati, Jangan Menganggap Anak Gemuk Itu Lucu

“Menurutku nggak masuk akal sih ini, yang jarum suntik narkoba. Emang ada orang yang ‘makai’ di playground? Kayaknya nggak mungkin banget gitu ya,” ujar dr Meta.

Kata dr Meta, kabar burung tersebut juga ditemukan dalam versi bahasa Inggris. Namun sebenarnya sudah banyak yang menemukan bahwa kabar tersebut adalah hoax belaka.

Dalam broadcast juga disebutkan cerita seorang bocah bernama Riska yang mendadak tidak bisa berjalan setelah sebelumnya bermain di kolam bola. Ternyata kata cerita di pesan berantai itu, Riska terkena virus yang menyebar melalui sumsum tulang belakang sampai akhirnya akan merambat ke otak. Lagi-lagi ditengarai di tempat mandi bola itulah Riska terkena virus.

“Setahuku nih ya logisnya saja. Mostly virus itu menyebar lewat droplet. Misalnya ada yang cacar air, masuk ke mal, nggak sentuhan, nggak pegangan, nggak nginjek aja orang di mall bisa ketularan. Kok jdadi nyalahin kolam bola yang di mal?” tutur dr Meta.

Sama halnya dengan flu yang disebabkan oleh virus, jika seorang anak kebetulan sedang makan di restoran yang kebetulan duduk bersebelahan dengan orang sakit flu, maka bisa saja anak tersebut tertular flu.

“Atau jika seseorang yang flu bersin, kemudian virusnya menempel di meja, lalu yang bersangkutan keluar, orang lain yang makan di meja itu juga bisa saja ketularan,” tambah dr Meta.
(Muspri-sisidunia.com)