Home » News » Ahok Ajukan Banding Atas Vonis 2 Tahun Penjara Oleh Hakim

Ahok Ajukan Banding Atas Vonis 2 Tahun Penjara Oleh Hakim



Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok didakwa melakukan penodaan agama lantaran mengutip Surat Al Maidah ayat 51, saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ahok didakwa dengan dua pasal alternatif, yakni Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP.

Ahok Ajukan Bandung Atas Vonis 2 Tahun Penjara Oleh Hakim

Sidang pembacaan vonis Ahok

Namun dalam tuntutannya, JPU mengabaikan Pasal 156a KUHP karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat. JPU pun menuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP dan dihukum 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Pada sidang hari ini, selasa (09/05/2017) Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjatuhkan vonis terhadap Ahok. Dalam putusannya, Ahok dijatuhi hukuman selama dua tahun penjara.

Atas putusan itu, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mempersilakan kepada Ahok untuk berkonsultasi kepada kuasa hukumnya terkait langkah banding. Selama sekitar 3 menit, Ahok berdiskusi dengan kuasa hukum.

“Saya akan melakukan banding,” ucap Ahok usai berdiskusi dalam sidang vonis di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Baca juga : Ahok Ungkapkan Rencananya Pasca Lengser dari Gubernur DKI Mendatang

Dwiarso yang mendapat jawaban dari Ahok langsung memintanya mengurus ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Harus dicatatkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara,” ujar Dwiarso.

Dalam putusannya, Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan terdakwa Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama dan dihukum penjara selama 2 tahun.

“Menyatakan Ir Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan memerintahkan terdakwa ditahan,” tegas Dwiarso dalam persidangan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.
(Muspri-sisidunia.com)