Home » News » Kejari Lumajang Sebar Foto M Ali Fateh, Tahanan Narkoba Yang Kabur

Kejari Lumajang Sebar Foto M Ali Fateh, Tahanan Narkoba Yang Kabur



Surabaya – Kejaksaan Negeri Lumajang menetapkan M Ali Fateh, tahanan yang kabur sebagai DPO (daftar pencarian orang). Foto dan ciri tahanan tersebut sudah disebarkan.

Kejari Lumajang Sebar Foto M Ali Fateh, Tahanan Narkoba Yang Kabur

Tahanan yang dinyatakan sebagai DPO

Polres Lumajang pun tidak tinggal diam. Polisi juga masih terus ikut mencari dan mengejar tahanan narkoba itu.

“Anggota masih di lapangan, terus melakukan pengejaran,” kata Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono, Kamis (4/5/2017).

Mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini mengatakan, anggota selain melakukan pengejaran, polres juga sudah menyebar foto Ali Fatteh, tahanan Kejari Lumajang kasus narkoba yang melarikan diri.

Baca juga : Perusahaan Asal China Siap Gelontor Gojek Dengan Dana Segar Rp 16 Triliun

“Foto tahanan yang kabur sudah kita sebar,” tuturnya.

Dalam foto tersebut dijelaskan, M Ali Fateh bin Abdul Karim. Kelahiran Lumajang 17 Juli 1979 asal Dusun Krajan RT 02, RW 01, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Ciri-ciri badan: Tinggi 163 cm, berat 60 Kg, bentuk muka lonjong, kepala datar atas, warna kulit coklat.

Diimbau kepada warga masyarakat khususnya masyarakat Lumajang. Apabila menemukan, mengetahui atau menemui orang tersebut di atas agar menghubungi call center Polres Lumajang 0334-881110

Dengan upaya penyebaran foto tahanan tersebut, Raydian berharap, masyarakat ikut membantu memberikan informasi ke polisi.

“Kita tunjukkan (foto tahanan) ke masyarakat, mungkin ada yang mengenal dan melaporkan ke kami atau kepolisian terdekat. Kami mohon doanya, agar cepat tertangkap kembali,” harapnya.

Sebelumnya, M Ali Fatteh, tahanan Kejari Lumajang kasus narkoba, usai menjalani persidangan, berhasil melepaskan borgol selama perjalanan dari pengadilan ke Lapas Kelas II B Lumajang. Ketika sampai di depan lapas, Fatteh kabur bersama dengan seorang pengendara motor yang sebelumnya sudah menunggu tidak jauh dari lapas. (bens – sisidunia.com)