Home » Gaya Hidup » Jenis Logam Ini Berfungsi Melawan Bakteri

Jenis Logam Ini Berfungsi Melawan Bakteri



Jakarta – Logam jenis perak sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari perhiasan hingga peralatan dapur. Perlu anda ketahui bahwa perak juga digunakan untuk alat kedokteran dan kesehatan lain karena sifat uniknya.

Jenis Logam Ini Berfungsi Melawan Bakteri

Perak

Dijelaskan oleh dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K), dari Rumah Sakit Anak & Bunda (RSAB) Harapan Kita bahwa perak atau disebut juga silver sudah terbukti memiliki sifat antimikroba. Perak yang dipakai dalam peralatan operasi misalnya bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi pada pasien.

Baca juga : Penelitian, Makan Upil Memberikan Manfaat Untuk Kesehatan Gigi

Mengapa perak bisa efektif? dr Ariani menjelaskan karena perak bisa menghancurkan sel-sel bakteri lewat tiga cara.

“Pertama ia akan masuk lewat dinding sel bakteri. Jadi yang tadinya utuh begitu ada silver ion bisa menembus membuat bolong-bolong dindingnya. Otomatis kalau sudah bolong pasti akan merusak sel, begitu membran bolong air akan keluar semua jadi rusak,” ungkap dr Ariani ketika ditemui di Restoran Remboelan, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

“Kedua perak akan menghentikan mitokondria, dia adalah bagian yang digunakan sel untuk bernapas. Terakhir ketiga DNA juga bakal dirusak oleh silver sehingga tamat lah riwayat si kuman itu,” lanjutnya.

Karena sifat-sifat tersebut perak sebenarnya juga bisa dikonsumsi sebagai obat namun tidak populer. Menurut dr Ariani alasannya karena perak adalah logam berat dengan mekanisme berbeda dengan senyawa kimia yang biasa digunakan pada obat.

Namun, perak tak dapat membedakan mana sel kuman dan mana sel tubuh sehingga bila dikonsumsi tanpa aturan dapat berisiko untuk membuat kerusakan.

“Saya sih nggak merekomendasikan ya apalagi buat anak. Perak bisa mengendap menimbulkan gangguan di fungsi tubuh karena sel dalam tubuh kan hidup juga. Beda kalau kita pakai secara topikal, artinya dipakai di luar tidak akan merusak sel kita sendiri,” pungkas dr Ariani.

(bens – sisidunia.com)