Home » Gaya Hidup » Pasien Progeria Tertua Didunia Berusia 21 Tahun ?

Pasien Progeria Tertua Didunia Berusia 21 Tahun ?



New Delhi – Terlahir dengan progeria tentulah menyedihkan. Bagaimana tidak, progeria adalah sebuah kondisi langka di mana yang bersangkutan tak hanya tampak lebih tua secara fisik tetapi memang mengalami percepatan penuaan dibanding sebayanya.

Pasien Progeria Tertua Didunia Berusia 21 Tahun ?

Ilustrasi Progeria

Karena percepatan inilah, rata-rata pasien progeria takkan hidup sampai lebih dari 13-15 tahun. Namun seorang pria di India mengalami pengecualian.

Namanya Rupesh Kumar. Di tempat asalnya di India, kondisi Rupesh dianggap sangat tak lazim hingga orang tuanya pernah ditawari untuk menjual putranya kepada sebuah rombongan sirkus.

Yang berbeda adalah usianya saat ini mencapai 21 tahun. Hal ini berarti Rupesh bisa saja penyintas progeria tertua di dunia setelah Leon Botha, seorang penyintas lain dari Afrika Selatan meninggal dunia di usia 26 tahun.

Pria asal Hanumanganj, utara Uttar Pradesh, India ini memperlihatkan gejala progeria sejak berusia dua tahun.

“Dimulai dengan sakit kepala dan sakit perut yang sering muncul saat dia masih sangat kecil. Kami sudah membawanya ke banyak dokter tetapi tak ada yang bisa mendiagnosisnya,” tutur sang ayah, Ramapati (45).

Kata buruh tani tersebut, anaknya hanya diberi obat pereda nyeri lalu disuruh pulang. Seiring berjalannya waktu, orang tua Rupesh mulai melihat perubahan yang aneh pada tubuh putra mereka.

Baca juga : Pria Ini Rela Berkostum Pikachu Demi Mengobati Putri yang Menderita Leukimia

“Kepalanya makin lama makin besar tetapi bobotnya menurun drastis,” imbuh Ramapati.

Belakangan Ramapati dan istrinya, Shanti diberitahu jika Rupesh adalah penderita progeria yang tidak dapat disembuhkan. Namun Rupesh tergolong beruntung karena bisa hidup hingga mencapai usia 20-an tahun.

“Mayoritas pasien progeria meninggal dunia ketika usianya mencapai 13-15 tahun,” timpal dokter yang menangani Rupesh, dr Yugantar Pandey seperti dilaporkan Express.co.uk.

Menurutnya, karena progerialah, pertumbuhan Rupesh terhenti, termasuk memicu kerontokan rambut, penurunan elastisitas kulit, dan pelemahan gigi. Bobot Rupesh sendiri saat ini tak lebih dari 19 kg.

“Ototnya juga kehilangan kekuatan. Dan seperti halnya kasus progeria lainnya, mata Rupesh tenggelam di dalam kelopak matanya dan kulitnya memucat,” lanjut Pandey.

Berada dalam keputusasaan, sejauh ini orang tua Rupesh hanya bisa melayangkan surat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi untuk memohon bantuan. Sembari menunggu balasan, Pandey dan organisasi non-profit yang dijalankannya, Ashutosh Memorial Trust membantu keluarga ini memastikan segala kebutuhan medis Rupesh terpenuhi.
(Muspri-sisidunia.com)