sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Ingin Selamatkan Pernikahan Namun Sudah Tak Cinta Suami Lagi ? Simak Penjelasan Ini !

Ingin Selamatkan Pernikahan Namun Sudah Tak Cinta Suami Lagi ? Simak Penjelasan Ini !



Jakarta – Menjalani pernikahan bukanlah hal yang mudah karena menyatukan dua orang yang bisa jadi sangat berbeda dalam hal pemikiran ataupun sifat. Bukan tidak mungkin rasa cinta yang di masa pacaran dan tahun-tahun pertama pernikahan terasa menggebu-gebu hilang seiring berjalannya waktu. Ketika rasa cinta ini memudar bagaimana mengatasinya?

Ingin Selamatkan Pernikahan Namun Sudah Tak Cinta Suami Lagi ? Simak Penjelasan Ini !

Ilustrasi

Psikolog Ratih Ibrahim melihat pudarnya rasa cinta ini bisa disebabkan karena berbagai hal. Pertama yaitu stres. Stres dapat mempengaruhi pola berpikir dan perasaan seseorang.

“Akibat stres pasangan sulit untuk bertindak bijaksana dan lebih memilih cara praktis dengan mengatakan dia tidak mencintai pasangannya lagi,” jelas Ratih.

Ketika mengatakan tidak cinta lagi, pasangan tidak menyadari konsekuensi yang mungkin terjadi akibat perkataannya tersebut. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana agar dirinya tidak diusik lagi oleh Anda sehingga dia pun terus terpuruk dalam stresnya.

Penyebab kedua pasangan memudarnya rasa cinta setelah bertahun-tahun menikah adalah adanya perasaan tersakiti yang selama ini hanya dipendam. Masalah yang tidak terselesaikan juga ikut menyumbang menghilangnya rasa cinta.

Baca juga : Suka Dengan Cewek Tomboy ? Ini Yang Harus Anda Lakukan

“Mungkin saja selama ini pasangan tidak mampu membicarakan apa saja yang diraskan kepada pasangannya. Memendam banyak perasaan ini dapat menimbulkan dampak yang besar pada hubungan,” ujar Ratih lagi.

Cara untuk mengatasi menghilangnya rasa cinta karena dua hal di atas, dikatakan Ratih, dengan komunikasi. Dengarkan dan pahami apa yang sebenarnya dibutuhkan dan dirasakan pasangan. Jika memang ada kesalahan yang Anda lakukan, akui dengan jujur dan tulus.

“Bentuk komunikasi yang baik dengan tidak menggunakan emosi dan yang pasti jauhkan masalah ini dari anak-anak. Cari penyelesaian atau jalan tengah yang terbaik bagi kedua belah pihak dengan kepala dingin, untuk kesejahteraan keluarga dan anak-anak,” sarannya.
(Muspri-sisidunia.com)