sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Bingung Bedakan Smartphone BM Dan Resmi ? Simak Penjelasan Berikut !

Bingung Bedakan Smartphone BM Dan Resmi ? Simak Penjelasan Berikut !



Jakarta – Dijaman serba teknologi seperti sekarang ini, membeli sebuah ponsel alias telepon genggam alias smartphone bukan merupakan barang yang mewah lagi. Pasalnya kebutuhan untuk membeli ponsel khususnya smartphone ibaratnya seperti kebutuhan untuk membeli baju alias pakaian.

Bingung Bedakan Smartphone BM Dan Resmi ? Simak Penjelasan Berikut !

Ilustrasi

Namun dengan banyaknya merk smartphone yang beredar dipasaran, tak dapat dipungkiri kita bisa tertipu dengan barang murah alias black market (BM). Lantas bagaimanakah caranya agar terhindar dari smartphone BM ? Bagaimanakah cara membedakan smartphone resmi dengan smartphone BM ?

Saat awal smartphone mulai booming di Indonesia, pemerintah mengharuskan smartphone yang dijual di Indonesia memiliki kartu garansi dan panduan penggunaan dalam bahasa Indonesia, untuk membedakan barang resmi dan BM, dan aturan ini masih berlaku hingga sekarang. Tetapi aturan ini segera diikuti juga oleh importir barang BM dengan menyediakan kartu garansi dan panduan penggunaan sendiri.

Selain aturan di atas, pemerintah juga mengharuskan setiap smartphone dan berbagai peralatan elektronik yang memiliki koneksi wireless, baik selular, wifi dan bluetooth, harus melewati balai uji perangkat untuk mendapatkan ijin postel. Ternyata selanjutnya ijin ini juga bisa dimiliki oleh importir barang BM, karena mereka juga melakukan tahap uji yang sama.

Sekarang pemerintah melakukan aturan tambahan untuk smartphone yang memiliki koneksi selular 4G, yaitu TKDN, tingkat kandungan/komponen dalam negeri, yang sedikit banyak (sementara ini) bisa mengerem importir BM untuk memiliki ijin Postel resmi.

Baca juga : Generasi Sekarang Lebih Rela Putus Cinta Dibanding Kehilangan Smartphone

Untuk mengetahui smartphone yang kita beli merupakan barang resmi atau tidak, bisa melihat nomor ijin postel disetiap kemasan/dus smartphone, yang biasanya berada satu label dengan nomor IMEI. Format penulisannya seperti ini: xxxxx/SDPPI/tahun. Contohnya 48766/SDPPI/2016 , atau 49685/SDPPI/2017 , dll , yang kemudian nomor postel ini bisa di cek online disini: https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat?isberlaku=1 .

Perhatikan dihasil pengecekan online, nama customer biasanya brand PT dari device tersebut, misalnya Lenovo Indonesia PT, atau Samsung Electronic Indonesia PT, atau distributor resminya, misalnya PT Erajaya. Kemudian perhatikan kolom merek dan model, modelnya harus sesuai dengan type smartphone yang ada di kemasan.

Jika modelnya tidak sama, bisa jadi smartphone tersebut barang BM yang mendompleng ijin smartphone lain. Jika nomor postel ini tidak tercantum, kemungkinan besar smartphone yang dijual adalah BM. Karena aturan TKDN ini, semua smartphone yang dijual resmi di Indonesia, harus dirakit di Indonesia, sehingga pada keterangan kemasan akan ditulis: dibuat di Indonesia (Made In Indonesia), kecuali (sementara ini) iPhone7 dari Apple yang menempuh cara TKDN software.
(Muspri-sisidunia.com)