sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Habibie Berharap Batam Bisa Setara Dengan Singapura

Habibie Berharap Batam Bisa Setara Dengan Singapura



Batam – Rasa cinta kepada Bangsa Indonesia alias Nasionalisme yang dimiliki Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, sungguh besar. Buktinya meskipun BJ Habibie tak menjabat lagi menjabat sebagai Presiden RI, tapi BJ Habibie masih mempunyai harapan besar tetang perkembangan sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Habibie Berharap Batam Bisa Setara Dengan Singapura

BJ Habibie saat mengunjungi kantor Palang Merah (PMI) di Pulau Batam, Kepulauan Riau

Baru-baru ini BJ Habibie menceritakan tentang cita-citanya terkait perkembangan yang ada di Batam. Cita-cita tersebut muncul ketika BJ Habibie diminta untuk mengembangkan Batam yang saat itu dibilang masih terbelakang bila dibandingkan dengan wilayah Indonesia yang lainnya.

Oleh karena itu, BJ Habibie memiliki sebuah target yang besar untuk Batam. Target yang harus dicapai adalah menjadikan Batam sebagai number one alias nomer satu. Targetnya inilah salah satu yang melandasi dirinya sejak ditunjuk Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto untuk mengembangkan Batam yang berdaya saing. Tidak hanya dalam negeri tapi bersaing dengan negara lain.

“Saya bilang ke Soeharto, kalau (Batam) hanya jadi gudang saya tak mau. Kalau mau kembangkan Batam, ya harus setara Singapura,” kenang dia beberapa waku yang lalu.

Untuk itu, secara khusus dia meminta ke Soeharto agar difasilitasi untuk bertemu dengan perdana Menteri Singapura yang masih menjabat kala itu adalah Lee Kuan Yew untuk membicarakan rencana Batam untuk Indonesia tersebut. Dalam pertemuan tersebut ada harapan Singapura agar di Batam Habibie tidak mengembangkan perjudian.

Baca juga : Habibie Mengaku Belajar Nasionalisme dan Tidak Mengenal SARA Dari Soekarno

“Rudi (nama kecil Habibie, red) kamu bisa buat apa saja, asal jangan perjudian,” ucapnya menirukan harapan Lee Kuan Yew.

Habibie lantas mempertanyakan harapan tersebut, Lee Kuan Yew kemudian menjawab.

“Kalau Anda buat perjudian, saya susah. Karena warga saya sebagian besar Tiongkok, mereka kalau sekali main judi main terus,” ucap dia, kembali menirukan percakapannya saat itu.

Tidak berpikir panjang, Habibie lantas mengiyakan permintaan Lee Kuan Yew. Menurut Habibie, dalam mengembangkan Batam juga harus bersinergi dengan negara tetangga, bukan malah sebaliknya menabur permusuhan.

“Kita pandai-pandai kerjasama, tentu dalam konteks saling membutuhkan,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)