Home » News » Ditetapkan Sebagai Buronan KPK, Miryam Diduga Stres

Ditetapkan Sebagai Buronan KPK, Miryam Diduga Stres



Jakarta – Setelah dinyatakan buron oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, tersangka kasus korupsi proyek KTP Elektronik (e-KTP), Miryam S Haryani, belum diketahui persembunyiannya.

Ditetapkan Sebagai Buronan KPK, Miryam Diduga Stres

Miryam S Haryani

Namun penasihat hukum anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Hanura itu menyebut kliennya mengalami stres.

“Secara psikis klien saya pasti stres masuk dalam DPO (daftar pencarian orang/buron),” ujar Aga Khan, penasihat hukum Miryam, di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Baca juga : Habibie Berharap Batam Bisa Setara Dengan Singapura

Menurutnya, Miryam tidak layak diberi status sebagai buron.

“Padahal kami selalu mengirimkan surat tertulis dan ada buktinya. Ini semua bukti kami kooperatif,” tambahnya.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Miryam merupakan sosok kunci dalam kasus megakorupsi yang mengakibatkan erugian negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Miryam juga membuat kehebohan ketika menjadi saksi perkara e-KTP yang melibatkan terdakwa Irman (mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri) dan Sugiharto (mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Kemendagri).

Dalam persidangan ia mencabut seluruh isi berita acara pemeriksaan (BAP) yang disusun KPK, alasannya saat penyidikan merasa tertekan.

Aga Khan minta KPK tidak membedakan kasus yang sedang menjerat kliennya dengan kasus lain.

Menurutnya, KPK seharusnya menunggu hingga ada putusan praperadilan yang diajukan Miryam terhadap KPK. Melalui praperadilan, Miryam mempersoalkan penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Mengapa dalam kasus lain, pemeriksaan terhadap tersangka yang mengajukan praperadilan, dapat ditunda oleh KPK. Contoh, kasus Suryadharma (mantan Menteri Agama), Budi Gunawan (kepala Badan Intelijen Negara), dan Hadi Purnomo (mantan Ketua BPK),” kata Aga.

Menurutnya, sampai saat ini tim penasihat hukum belum menerima pemberitahuan mengenai status DPO Miryam S Haryani.

“Kami, penasihat hukum tidak pernah diinfokan melalui surat maupun telepon soal DPO Miryam,” tambahnya.

Ketika disingngung keberadaan kliennya saat ini, Aga Khan menegaskan masih berada di Indonesia. “Iya, masih di Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan, Miryam siap menghadiri panggilan KPK sebagai saksi di kasus proyek e-KTP.

“Kita siap hadir, tetapi dipanggil sebagai saksi e-KTP. Kalau tersangka, kan jelas kami sedang praperadilan. Jadwal sidang sudah ada. Jadi hargai hak klien saya,” tambahnya.

Untuk memburu Miryam, KPK sudah mengirimkan surat kepada Polri dan National Central Biro (NCB) Interpol di Indonesia, pada Kamis (27/4/2017).

KPK telah menetapkan Miryam sebagai buron lantaran tidak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan. (bens – sisidunia.com)