Home » News » Benarkah Ada Orang Dalam Yang Membuat Web Telkomsel Keok ?

Benarkah Ada Orang Dalam Yang Membuat Web Telkomsel Keok ?



Jakarta – Situs web Telkomsel kini sudah kembali normal dan sudah bisa diakses. Namun, beberapa kalangan menganggap bahwa proses perbaikan situs tersebut terlalu lama. Kira-kira, siapa yang melakukan peretasan tersebut?

Benarkah Ada Orang Dalam Yang Membuat Web Telkomsel Keok ?

Gambar ilustrasi

Pakar keamanan siber dan kriptografi Pratama Persadha mengatakan, kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran untuk perusahaan besar dan instansi pemerintah. Pratama menyebut web di masa kini menjadi sejenis kantor online yang sangat penting.

Baca juga : Seharian Lumpuh, Web Telkomsel Kini Sudah Bisa Diakses Lagi

“Jadi harus dipastikan dijaga, sering dicek apakah ada log file yang mencurigakan,” ujarnya.

Pratama juga menuturkan, metode yang paling banyak digunakan hacker adalah kombinasi injection, brute force login password, dan sensitive information disclosure (root directory, php.info). Bahkan, tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan pihak Telkomsel sendiri.

Pratama menjelaskan, apa yang dilakukan hacker terhadap situs web Telkomsel adalah dengan membuat self-signed certificate.

Hal itu, kata Pratama, mengindikasikan kemungkinan hacker tersebut tidak hanya melakukan deface di situs web, tetapi juga mengambil alih server Telkomsel.

“Perusahaan sebesar Telkomsel seharusnya mampu merespons hal ini secara lebih cepat, minimal mengganti tampilan yang berhasil di-deface. Hal ini menunjukkan hacker benar-benar sudah masuk ke dalam sistem server,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Chairman lembaga riset keamanan siber Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Jumat (28/4/2017) di Jakarta.

Ia menjelaskan, hal itu akan bisa diketahui setelah proses forensik.

Peristiwa seperti ini, membuat Badan Cyber Nasional (BCN) harus segera dibentuk oleh pemerintah. BCN akan bertugas memastikan dan membantu keamanan siber infrastruktur penting.

“Telkomsel ini masuk dalam penyedia layanan komunikasi dan internet. Kalau sudah ada kejadian seperti ini jadi kita bingung siapa yang akan bertanggung jawab dan menyelesaikan,” ujarnya.

(bens – sisidunia.com)