Home » News » Tawarkan Kencan Rp 500 Ribu, Wanita Asal Mataram Dibekuk Polisi

Tawarkan Kencan Rp 500 Ribu, Wanita Asal Mataram Dibekuk Polisi



Jakarta – Perempuan benama Lili (44) asal Cakranegara, Mataram, ditangkap polisi, kemarin (27/4/2017) sekitar pukul 01.00 WITA.

Tawarkan Kencan Rp 500 Ribu, Wanita Asal Mataram Dibekuk Polisi

Gambar ilustrasi

Berdasarkan keterangan polisi, penangkapan Lili di sebuah hotel di Kota Mataram awalnya dari penangkapan pasangan mesum di sebuah hotel di kota yang sama.

Baca juga : Turun Ke Jalan, Ribuan Buruh Siapkan Aksi Pada 1 Mei

Ternyata, perempuan dari pasangan itu dengan inisial SU, merupakan wanita yang dijual Lili. Modusnya, dia membuka layanan kencan kepada pria hidung belang. Satu tarif kencan dengan wanitanya seharga Rp 500 ribu.

Jika telah mencapai kesepakatan, maka Lili akan mengantar wanita pesanan itu ke hotel.

”Dia ini diduga sebagai muncikari, dengan modus mengantar korban ke TKP untuk dijual kepada pelanggannya,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin.

Informasi dari SU ditindaklanjuti polisi. Mereka menunggu kedatangan Lili yang hendak menjemput SU di hotel tersebut.

”Kita tangkap saat dia mau menjemput SU di hotel,” terang Muhammad.

Menurut Muhammad, apa yang dilakukan Lili masuk dalam kategori tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dia menjual sejumlah wanita kepada pelanggannya dengan sejumlah tarif.

Bisnis prostitusnya itu, menurut pengakuan Lili kepada polisi, telah ia jalankan selama satu tahun terakhir.

Lili menerima pesanan setiap lelaki hidung belang yang ingin berkencan dengan wanitanya, via nomor telepon miliknya.

Setelah menyepakati harga dan lokasi kencan, maka Lili sendiri yang akan mengantar wanita pesanan itu. ”Dari pesanan itu, pelaku ini mendapat fee. Biasanya diberikan oleh pemesan,” jelas Muhammad.

Disinggung mengenai usia wanita yang ia “sewakan”, kata Muhammad, sejauh ini mereka berada di atas umur 20 tahun. Tidak ada wanita yang di bawah umur.

Meski demikian, penyidik akan tetap melakukan pengembangan. Termasuk mencari tahu siapa saja wanita yang telah menjadi korban dari bisnis prostitusi yang Lili lakukan.

”Korbannya masih kita dalami, kita baru dapat satu,” tandasnya, seperti diberitakan Lombok Post (Jawa Pos Group).

Atas perbuatannya, Lili dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman tiga tahun penjara dan denda paling banyak Rp 600 juta. (bens – sisidunia.com)