Home » News » Pejabat Disdikpora Mengaku Khilaf Usai Cabuli Siswi SMP

Pejabat Disdikpora Mengaku Khilaf Usai Cabuli Siswi SMP



Jakarta – Pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berinisial DR masih bisa bernapas lega. Lantaran ia hanya mendapat sanksi teguran tertulis dari Kepala Disdikpora PPU Marjani.

Pejabat Disdikpora Mengaku Khilaf Usai Cabuli Siswi SMP

Gambar ilustrasi

Padahal, DR telah melakukan perbuatan asusila terhadap salah satu siswi kelas IX sekolah menengah pertama (SMP) di PPU.

Baca juga : Tawarkan Kencan Rp 500 Ribu, Wanita Asal Mataram Dibekuk Polisi

“Yang bersangkutan (pelaku) sudah saya tegur secara lisan. Nah, untuk teguran tertulis sementara AMI susun,” kata Marjani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/5).

Dia juga menambahkan, surat teguran itu akan ditujukan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab PPU) Tohar.

“Surat teguran atau catatan negatif itu akan ditembuskan ke BKD dan sekkab,” ujar Marjani.

Dia menyerahkan nasib kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP Disdikpora itu kepada BKD dan kepala daerah.

“Mengenai sanksi penurunan pangkat dan lainnya merupakan kewenangan bupati. Kami di Disdikpora hanya memberikan catatan negatif atau sanksi teguran. Yang jelas saya tidak akan memberikan pembelaan jika yang bersangkutan hendak diberikan sanksi berat,” jelasnya.

Marjani mengaku mendapat informasi terkait tindak asusila yang dilakukan oleh bawahannya pada saat berada di luar daerah.

“Minggu lalu saya dapat informasinya saat mengurus kepala sekolah yang belum memiliki nomor unit kepala sekolah,” bebernya.

Marjani sungguh menyayangkan tindakan yang dilakukan DR.

“Dia (DR) mengaku shock dan khilaf telah melakukan hal tersebut. Dan saya tekankan kepada dia (DR) sebagai ASN harus menjaga moral atau etika. Apalagi kami berkerja di ranah pendidikan,” tutur Marjani.

(bens – sisidunia.com)