sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Begini Modus Para PSK Tawarkan Jasa Kenikmatan di Twitter

Begini Modus Para PSK Tawarkan Jasa Kenikmatan di Twitter



Samaarinda – Nayla (17) dan Amel (22) diciduk petugas Polresta Samarinda di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, Selasa (25/4/2017). Keduanya diciduk petugas saat sedang menunggu pria hidung belang yang sudah membookingnya.

Begini Modus Para PSK Tawarkan Jasa Kenikmatan di Twitter

Gambar ilustrasi

Nayla dan Amel merupakan pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri melalui Twitter. Nayla adalah pemilik akun @naylanaxxx. Sedangkan Amel memiliki akun @Amxxxxxx.

Baca juga : Pejabat Disdikpora Mengaku Khilaf Usai Cabuli Siswi SMP

Kanit Eksus Polresta Samarinda AKP Nono Sumarna menjelaskan, pihaknya melakukan penelusuran setelah mendapat informasi prostitusi online.

“Satu persatu medsos kami buka dan telusuri kebenarannya. Setiap akun yang disinyalir merupakan akun prostitusi kami dalami. Kami tak bisa sembarangan dalam menentukan. Karena kebanyakan akun mengatasnamakan orang lain,” beber Nono, Rabu (26/4/2017).

Setelah melakukan penelusuran cukup lama, petugas akhirnya berhasil mendeteksi akun yang menawarkan jasa begituan.

“Setelah kami pelajari ternyata akun tersebut juga bertuliskan open BO (booking) Samarinda. Dengan kalimat itu sudah memenuhi unsur pelanggaran UU ITE karena melanggar unsur kesusilaan,” terang Nono.

Dia juga menambahkan, pihaknya harus melakukan penyamaran untuk membongkar praktik haram itu.

“Mereka bekerja sendiri tanpa muncikari. Tarif yang ditawarkan bervariatif. Mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Atau kelipatan selanjutnya. Tergantung berapa kali mau dilayani. Dan untuk tarifnya pun masih bisa dinego,” ujar Nono.

Saat ini, pihak berwajib masih mendalami kasus itu.

“Kami masih mendalaminya dengan memeriksa kedua pelaku (Neyla dan Amel). kami belum tahu apakah ada pelaku prostitusi online lainnya atau tidak. Tetutama yang merupakan jaringan prostitusi online kedua pelaku,” pungkasnya.

(bens – sisidunia.com)