Home » Gaya Hidup » Luar Biasa, Nenek 101 Tahun Berlari 100 Meter Dalam Waktu 74 Detik

Luar Biasa, Nenek 101 Tahun Berlari 100 Meter Dalam Waktu 74 Detik



Auckland – Seorang nenek asal India ini masih sanggup berlari meski berusia 101 tahun. Nenek ini bahkan mencetak sejarah sebagai atlet wanita tertua yang memenangkan medali emas dalam kompetisi lari 100 meter di Auckland, Selandia Baru.

Luar Biasa, Nenek 101 Tahun Berlari 100 Meter Dalam Waktu 74 Detik

Nenek umur 101 tahun peraih medali emas

Seperti dilansir CNN, Rabu (26/4/2017), nenek bernama Man Kaur ini ikut serta dalam event olahraga World Master Games 2017 di Auckland, Selandia Baru. Event yang digelar setiap 4 tahun ini biasa dijuluki sebagai Olimpiade untuk para veteran. Orang-orang dengan berbagai kemampuan yang berusia 35 tahun ke atas bisa ikut kompetisi ini. Nenek Kaur sendiri ikut serta dalam berbagai kategori kompetisi.

Pada Senin (24/6) waktu setempat, nenek ini memenangkan kompetisi lari 100 meter setelah menyelesaikannya dalam waktu 74 detik. Nenek Kaur juga mendapatkan medali emas dalam kompetisi lari 200 meter dan tolak peluru pada Rabu (26/4). Pada Kamis (27/4) besok, nenek Kaur akan ikut kompetisi lempar lembing.

Nenek Kaur menjadi sensasi dalam kompetisi itu. Dia berpose dua jari saat didekati ‘penggemarnya’ usai bertanding. Bahkan nenek Kaur menampilkan tarian kemenangan di hadapan penonton, sambil memamerkan nomor 10001 di dadanya.

Medali-medali itu diraih nenek Kaur sebagai satu-satunya peserta untuk kategori usianya. Namun terlepas dari itu, usaha dan tekad nenek Kaur menuai kekaguman para penonton dan peserta lainnya.

Lahir di Patiala, Punjab, India bagian utara, nenek Kaur tidak ikut kompetisi atletik hingga usianya menginjak 93 tahun. Semua berawal saat anaknya membawa nenek ini ke lapangan Punjab University dan menyadari nenek Kaur masih bisa berlari dengan baik.

Sang anak, Gurdev Singh (79), lantas menjadi pelatih ibunya dan mengajaknya ikut kompetisi lari. “Dia berlatih setiap hari. Kami makan makanan rumahan — tidak ada makanan goreng. Tidak makan di restoran, setiap hari makan rumput gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian,” terangnya.

Selain menjalani pola hidup sehat, nenek Kaur tetap positif dan sibuk di usianya yang tidak muda lagi. Nenek Kaur tidak pernah mendapatkan latihan profesional untuk menjadi pelari. Meskipun menderita osteoporosis dan tulang belakang melengkung, kondisi nenek Kaur tergolong baik.

“Saya akan terus berlari selama berkat Guru (Tuhan) menyertai saya. Meskipun saya dalam kondisi kesehatan seperti itu dan saya telah mengalami peningkatan dalam permainan ini, saya tentu akan tetap tampil lebih baik jika ada bantuan medis,” tutur nenek Kaur kepada CNN.

Selain di Selandia Baru, nenek Kaur juga ikut kompetisi atletik di Kanada pada musim panas lalu. Putra nenek Kaur menyebut ibundanya telah memenangkan lebih dari 20 medali sejak mulai ikut berbagai kompetisi. Nenek Kaur memiliki tiga anak dan 10 cucu serta 12 cicit. Keluarga besar nenek Kaur merasa bangga padanya.

“Saya merasa senang dia menang. Kapanpun dia berpartisipasi, dia menang medali emas,” ucap salah satu cucu nenek Kaur, Nirmal Singh.

(bens – sisidunia.com)