Home » News » Setnov Terseret Korupsi E-KTP, JK : “Tentu Suatu Partai Harus Mempunyai Pemimpin yang Baik”

Setnov Terseret Korupsi E-KTP, JK : “Tentu Suatu Partai Harus Mempunyai Pemimpin yang Baik”



Jakarta – Nama Setya Novanto yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut baru-baru ini disebut tersangkut kasus megakorupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik alias e-KTP. Oleh karena itu, Korbid Polhukam Golkar Yorrys Raweyai angkat bicara.

Setnov Terseret Korupsi E-KTP, JK : "Tentu Suatu Partai Harus Mempunyai Pemimpin yang Baik"

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto

Yorrys menyebut kasus e-KTP mengakibatkan elektabilitas Golkar menurun. Kata Yorrys Golkar harus segera mengambil tindakan semacam menggelar Munaslub untuk melakukan penyelamatan.

Pendapat berbeda disampaikan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus meyakini beragam isu negatif atau isu miring itu tidak mempengaruhi elektabilitas partai. Hal itu karena Golkar memiliki sistem yang kuat.

Contohnya pada waktu Pileg 2004. Saat itu ada kasus hukum yang menerpa Ketum Golkar, tetapi Golkar tetap menang. Idrus Marham pun sudah melakukan klarifikasi kepada Yorrys bahwa pernyataannya bukan untuk memecah belah internal partai.

“Kemarin saya telepon Bang Yorrys minta klarifikasi dan menjelaskan ke saya bahwa sebenarnya apa yang disampaikan bukan yang tertulis seperti yang disampaikan ke media,” ujarnya.

Baca juga : Setya Novanto Ternyata Bukan Pemilik Jet Seharga Rp 666 Miliar

Idrus menjelaskan Yorrys ingin partai Golkar siap dalam menghadapi kondisi apapun. Sehingga ketika terjadi masalah seperti e-KTP, Golkar tetap solid dan kompak.

“Maksud bang Yorrys Partai Golkar dalam kondisi apapun harus siap, tidak ada masalah harus siap apalagi kalau ada masalah,” ujar Idrus.

Menanggapi kabar tersebut, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, memberikan sebuah saran. Pria yang akrab disapa pak JK ini menyarankan agar Partai Golkar tidak perlu menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Alasannya kata JK masa kepengurusan saat ini tinggal dua tahun lagi dan sudah satu kali mengadakan Munaslub hingga terpilihnya Setya Novanto.

“Mungkin perlu sekaligus Munas saja tapi tentu waktunya ditentukan oleh partai Golkar sendiri. Supaya menghematlah,” kata JK.

Namun begitu, lanjut mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, semua hal tersebut tergantung dari konstelasi yang berkembang di partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Dan apabila ada perkembangan lain lagi, tentu suatu partai harus mempunyai pemimpin yang baik,” kata dia.
(Muspri-sisidunia.com)