Home » News » Satu Orang Tewas Dalam Kecelakaan Truk Dan Mobil di Tol Merak

Satu Orang Tewas Dalam Kecelakaan Truk Dan Mobil di Tol Merak



Jakarta – Terjadi kecelakaan di KM 91 Tol Merak antara truk tangki Pertamina dengan mobil Honda City menewaskan satu orang. Korban langsung meninggal di lokasi kejadian.

satu Orang Tewas Dalam Kecelakaan Truk Dan Mobil di Tol Merak

Gambar ilustrasi

“Meninggal satu yang dibawa ke RSUD Serang, penumpang yang duduk di depan,” ungkap PJR Tol Induk Serang Korlantas Polri, Bripka Novsel Sopian Napitupulu, Rabu (26/4/2017) dini hari.

Baca juga : Dua Gadis Ditangkap Polisi Usai Tawarkan Jasa Kenikmatan di Medsos

Korban meninggal diketahui bernama Jayus Setiyo, merupakan penumpang Honda City. Jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Serang. Sementara empat korban lainnya yang mengalami luka berat dilarikan ke RS Krakatau Steel Cilegon. Tiga orang merupakan penumpang mobil sedan, sementara seorang lagi diketahui kernet truk tangki Pertamina.

Kecelakaan ini melibatkan truk tangki Pertamina dengan nomor polisi D 9107 AD dengan sedan Honda City B 2081 KP. Kronologinya, kedua kendaraan berjalan dari arah Jakarta menuju Merak. Mendekati KM 91 sedan mendahului dari bahu jalan dengan kecepatan tinggi, namun karena tidak mengantisipasi keberadaan truk tangki di depannya, sedan tak dapat mengelak dan menabrak bagian belakang truk hingga masuk ke median jalan (pemisah dua arah lalu lintas).

Pengemudi truk yang terkejut, membuang setir ke kanan hingga sama-sama masuk median jalan. Kedua kendaraan berakhir dengan posisi berada di median dengan menghadap ke arah yang sama. Truk di depan, dan sedan di belakangnya.

“Parah yang sedan karena mobil kecil menabrak truk besar. Ringsek depannya,” ujar Novsel.

Truk tangki Pertamina belum diketahui membawa muatan atau tidak. Namun berdasarkan proses evakuasi yang cukup mudah, pihak berwajib menyimpulkan besar kemungkinan truk dalam kondisi kosong.

“Kayaknya sih kosong karena sepertinya mau ambil ke pool-nya. Karena evakuasi tidak sulit kita tarik. Kan kalau ada isi pasti berat nariknya (mendereknya).” duga Novsel.

Evakuasi sempat terhambat karena hujan mengguyur cukup deras. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih satu jam dan sempat menutup satu jalur. Namun demikian, lalu lintas dini hari lengang saja.

“Namanya hujan kita tutup jalan. Cuman kalau tarik dan derek cepat. Proses evakuasi kurang lebih satu jam karena nunggu hujan agak reda. Sekarang gerimis saja, rintik-rintik,” terangnya menambahkan.

Kedua kendaraan yang terlibat kejadian itu kini diamankan di tempat kendaraan-kendaraan yang terlibat kecelakaan dikumpulkan di Posko Derek Ciujung. (bens – sisdiunia.com)