Home » Techno » Tekan Persebaran Berita Hoax, Pemerintah India Awasi Admin Grup Whatsapp

Tekan Persebaran Berita Hoax, Pemerintah India Awasi Admin Grup Whatsapp



India – Persebaran berita bohong alias berita hoax rupanya menjadi salah satu masalah yang cukup mempertihatinkan bagi seluruh pihak. Rupanya persebaran berita hoax yang semakin marak ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia termasuk India.

Tekan Persebaran Berita Hoax, Pemerintah India Awasi Admin Grup Whatsapp

Aplikasi Whatsapp

Masa Pemilihan Presiden Amerika Serikat disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar. Perancis juga mengalami hal yang sama jelang berlangsungnya pemilihan umum di negara tersebut.

Di Indonesia tak kalah memprihatinkan. Pemilihan Kepala Daerah beberapa waktu lalu tak lepas dari beredarnya banyak berita palsu yang tak jelas sumbernya.

Sedangkan di India, pemerintah India tengah berupaya menekan persebaran berita hoax. Salah satu upayanya adalah dengan mengawasi admin grup aplikasi whatsapp. Pasalnya berita hoax seringkali tersebar dan bermula melalui aplikasi whatsapp tersebut.

Terlebih lagi banyak orang yang menggunakan aplikasi berbasis chatting ini yang mempermudah semua orang untuk saling berkomunikasi tanpa mengkhawatirkan jarak dan waktu. Khususnya sebuah grup yang mempermudah komunikasi dalam sebuah kelompok secara bersamaan dan dibaca oleh banyak orang yang tergabung dalam grup tersebut.

Baca juga : Media Sosial Ramai Gaung Perayaan Hari Bumi

Grup WhatsApp adalah hal yang lumrah diikuti oleh banyak pengguna layanan pesan instan ini. Tapi di India, jadi admin grup WhatsApp artinya Anda akan jadi orang pertama yang berhadapan dengan polisi.

Berita-berita palsu ini tak sekadar beredar di media sosial, tapi juga melalui grup pesan instan. Oleh karenanya, demi menekan peredaran berita palsu di kalangan masyarakat India, Pemerintah di sana mengeluarkan aturan khusus untuk penggunaan grup WhatsApp.

Pengguna yang jadi admin sebuah grup WhatsApp memiliki tanggung jawab untuk menjaga grup yang ditanganinya. Dalam hal ini, sang admin harus mampu menekan peredaran berita palsu di grup WhatsApp yang dipegangnya.

Karena bila admin tak peduli dengan beredarnya berita palsu di grupnya, dan ada yang melaporkan, maka pengguna yang jadi admin akan jadi orang pertama yang diciduk polisi. Menurut laporan yang ditulis Ubergizmo, minggu (23/04/2017), menyebutkan bahwa tuntutan yang ditudingkan bagi admin grup whatsapp bisa berupa penyebaran informasi palsu.
(Muspri-sisidunia.com)