Home » News » Tahanan Yang Kabur Dari Surabaya Tertangkap di Blora

Tahanan Yang Kabur Dari Surabaya Tertangkap di Blora



Surabaya – Pada hari senin (17/04/2017) lalu sebanyak tujuh orang tahanan Polsek Tambaksari, Surabaya, berhasil melarikan diri dari tahanan polisi. Diduga adanya kelalaian dari seluruh petugas Polsek Tambaksari sehingga sebanyak tujuh orang tahanan dapat melarikan diri dari rumah tahanan.

Tahanan Yang Kabur Dari Surabaya Tertangkap di Blora

Saiful Haq, satu dari tujuh orang tahanan yang kabur dari Polsek Tambaksari Surabaya

Namun baru-baru ini tim khusus Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, baru berhasil menangkap enam orang tahanan yang kabur dari Polsek Tambaksari. Salah satu tahanan yang baru saja berhasil ditangkap bernama Saiful Haq.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga secara tidak langsung membenarkan penangkapan terhadap tersangka atas nama Saiful Haq (30) warga Kedung Rukem Surabaya.

“Hari ini dirilis sama Kasat Narkoba, mas,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Minggu (23/04/2017).

Sementara dalam gelar perkara di halaman Polrestabes Surabaya, Kasat Reserse Narkoba AKBP Roni Faisal mengatakan, pihaknya telah menangkap tersangka setelah berkoordinasi dengan polres di wilayah Polda Jateng.

“Tersangka ini mengaku setelah melarikan diri dari Polsek Tambak Sari dia melarikan diri ke Mojokerto dahulu untuk meminta uang kepada temannya sebesar Rp 100 ribu. Dari uang tersebut, tersangka akhirnya naik bus jurusan Jawa Tengah,” kata AKBP Ronny Faisal di Mapolrestabes Surabaya.

Baca juga : Tahanan Kabur Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Kepolisian

Ronny menambahkan, karena uang saku yang diberi oleh temannya habis, tersangka akhirnya memutuskan untuk berhenti di Blora, Jawa Tengah. “Dan kemudian ia mengaku juga membeli gitar di tukang loak dari hasil sisa uang tersebut untuk mengamen.”

Berdasarkan dari hasil keterangan itulah, tersangka mengaku tidak punya keluarga di Blora. “Hanya saja tersangka ini benar-benar bertujuan melarikan diri sejauhnya agar keberadaannya tidak terdeteksi oleh polisi,” tutur Ronny.

Ia menegaskan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP. Yakni, tentang perusakan terhadap Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Tambaksari dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Saat ini tugas tim khusus Polrestabes Surabaya ialah berusaha membekuk Salman, satu dari tujuh tahanan yang masih kabur dari Polsek Tambak Sari, Surabaya. Polisi berharap dalam waktu dekat berhasil menangkap Salman sehingga tujuh orang tahanan yang kabur dapat segera ditahan kembali.
(Muspri-sisidunia.com)