Home » News » Jokowi Diminta Kerahkan Densus 88 Guna Mencari Pelaku Teror Novel

Jokowi Diminta Kerahkan Densus 88 Guna Mencari Pelaku Teror Novel



Jakarta – Sudah hampir dua pekan kejadian penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, hingga kini tidak ada tanda-tanda pelakunya akan tertangkap. Baru pemeriksaan orang yang dicurigai.

Jokowi Diminta Kerahkan Densus 88 Guna Mencari Pelaku Teror Novel

Novel Baswedan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, potensi kasus penyerangan yang telah mencelakai Novel tersebut tidak jelas penyelesaiannya sangat terasa.

Baca juga : Gerindra Tak Kuatir Dukungan Untuk Jokowi di Pilpres 2019 Terus Bertambah

Menurutnya, sama seperti penyerangan yang dialami oleh aktivis Indonesia Corruption Watch Tama S Langkun beberapa tahun yang lalu.

“Padahal, bila merujuk kemampuan Polisi menangani kasus-kasus terorime atau kasus kekerasan lainnya biasanya mudah dituntaskan,” ungkap Dahnil, Jumat (21/4/2017).

Akibatnya, Danhil menyarankan agar Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatikan khusus pada kasus ini.

Dia menegaskan, jelas bahwa kasus penyerangan terhadap Novel Ini adalah ancaman terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Agaknya Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) harus diultimatum presiden untuk pengungkapan kasus ini lebih cepat. Kehebatan Densus 88 agaknya bisa membantu mempercepat pengungkapan kasus ini,” katanya.

Dahnil menyebut Presiden Jokowi perlu memerintahkan Kapolri Tito untuk mendesak Densus 88 mengungkap dan mengejar teroris yang menyerang Novel.

“Saya yakin itu pekerjaan mudah bagi Densus 88,” tegasnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, apa yang terjadi kepada Novel bukan serangan terhadap pribadi purnawirawan Polri itu saja.

“Tapi, kami sikapi sebagai serangan atau pukulan kelembagaan KPK, termasuk kerja-kerja KPK dalam pemberantasan korupsi,” kata Febri di kantornya, Jumat (21/4/2017).

Dia mengatakan, pimpinan KPK sudah mengutuk keras perbuatan teror terhadap Novel. “Teror tidak membuat kami lambat apalagi berhenti tangani kasus,” tegasnya.

Dia percaya kepolisian sudah pernah dan sering menangani perkara yang lebih rumit dari ini. Karenanya dia yakin Polri juga bisa mengungkap teror kepada Novel.

“Tentu itu bisa ditangani dengan baik,” katanya.

(bens – sisidunia.com)