Home » News » Anang Mendukung Rencana Pemindahan Ibukota Ke Palangkaraya

Anang Mendukung Rencana Pemindahan Ibukota Ke Palangkaraya



Jakarta – Anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah buka suara terkait rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan tengah.

Anang Mendukung Rencana Pemindahan Ibukota Ke Palangkaraya

Anang Hermasyah

Jika rencana tersebut memang akan diwujudkan, Anang meminta agar Presiden Joko Widodo bersama kabinetnya tidak melupakan untuk menjaga kearifan dan budaya lokal yang ada.

Baca juga : Terkait Narkoba, Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Penjara

Apalagi hal ini sudah memiliki dasar kuat dengan adanya Undang-undang Penguatan Budaya, yang mengatur pentingnya pemerintah pusat namun pemerintah daerah menonjolkan budaya local.

”Ketakutan itu lumrah namun bilamana Pemerintah pusat jadi memindahkan Ibukota sudah pasti kearifan dan budaya lokal harus didahulukan karena hal itu sudah diatur dalam pembahasan di Undang-Undang,” kata Anang.

Politikus asal Jember ini mengaku mendukung pemindahan ibu kota. Apalagi, hal ini bukan pertama kali di lakukan di Indonesia.

”Ini bukan pertama kali, dulu ibu kota juga pernah bukan di Jakarta dan semua baik-baik saja,” imbuhnya.

Namun demikian, dirinya berharap sebelum pemerintah melakukan pemindahan ibu kota, kajian dari berbagai aspek harus dilakukan.

”Bukan hanya infrastruktur, tetapi kesiapan mental dan nilai efisiensi harus diperhitungkan dengan cakupan skala nasional, jangan sampai adanya pemindahan Ibukota justru akan menjatuhkan semua sektor,” tandas politikus dari PAN ini.

Pengamat Politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pemindahan Ibu Kota Jakarta jangan sebatas wancana namun harus diwujudan.

Pasalnya, Jakarta sudah masuki zona bahaya apalagi bila melihat dari segi sosial yang ada.

”Wacana pemindahan Ibu kota Jakarta saya kira tidak lagi sebatas wacana namun harus diseriuskan. Jakarta sudah dalam zona berbahaya, Jakarta tidak lagi mampu menampung penumpukan penduduk. Makin hari Jakarta makin tidak mampu membahagiakan warganya. Tingkat stres makin meningkat dan kerugian negara makin gila-gilaan karena macet dan banjir, bilamana diteruskan tentunya hal ini akan menghilangkan kultur masyarakat Indonesia yang terkenal ramah,” kata Pangi.

(bens – sisidunia.com)