Home » News » Polda Kalimantan Tengah Bongkar Praktek Prostitusi Kelas Atas

Polda Kalimantan Tengah Bongkar Praktek Prostitusi Kelas Atas



Palangka Raya – Pada hari senin kemarin (17-04-2017), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah berhasil membongkar praktek prostitusi online kelas atas dimana tarif yang dipasangan lebih mahal dari yang biasanya. Pada hari penangkapan, petugas juga menciduk wanita berinisial NT yang menjadi mucikari.

Polda Kalimantan Tengah Bongkar Praktek Prostitusi Kelas Atas

Ilustrasi

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng AKBP Alfian Nurnas mengungkapkan, pihaknya melakukan penyelidikan undercover untuk membongkar bisnis haram itu. Salah satunya menyelidiki akun Facebook milik NT.

“Kami sudah mencoba beberapa kali mencoba untuk to the point. Namun, dia curiga dan nggak mau. Akhirnya pelan-pelan dia menawarkan itu (wanita penghibur),” kata Alfian, Selasa (18/04/2017).

Saat itu, NT mengirimkan sejumlah foto wanita muda yang bisa diajak berkencan. Tarif para wanita penghibur itu minimal Rp 1 juta untuk sekali begituan.

Para wanita itu memiliki latar belakang berbeda-beda. Ada yang berprofesi sebagai pemandu lagu dan pekerja swasta. Selain itu, ada pula yang masih berstatus mahasiswi.

Saat itu, NT membawa daun muda yang berprofesi sebagai pemandu lagu berinisial MI (23).

“Saat itu petugas yang menyamar sudah menunggu salah satu di kamar hotel di kawasan Jalan Antang,” imbuh Alfian.
Setelah menerima uang, NT mempersilakan MI ke kamar yang sudah dipesan petugas.

Baca juga : Demi Pesugihan, Pria di Kalsel Nekat Gagahi Gadis Remaja

“Saat itu juga tersangka kami amankan,” ujar Alfian.

Dia menambahkan, NT menjadi mucikari karena tergiur kemudahan mendapatkan uang.

“Sekali transaksi, dia mendapat imbalan Rp 100 -200 ribu. Untuk korban sendiri sudah tiga kali melayani pria hidung belang melalui tersangka,” bebernya.

NT dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(Muspri-sisidunia.com)