Home » News » Ketegangan Sempat Terjadi di TPS Tempat Habib Rizieq

Ketegangan Sempat Terjadi di TPS Tempat Habib Rizieq



Jakarta – Acara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) wilayah DKI Jakarta telah usai. Sebagian besar pihak menilai acara yang berlangsung di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta tersebut berlangsung lancar, aman, tertib dan damai.

Ketegangan Sempat Terjadi di TPS Tempat Habib Rizieq

Rizieq Shihab mencoblos di TPS 17 Petambunan

Meski begitu, panitia pemungutan suara di setiap TPS tak menampik adanya kendala yang dapat mengganggu kelancaran proses pemungutan suara. Salah satunya seperti yang terjadi di TPS 17 di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ketika proses pemungutan suara berlangsung, sempat terjadi adu mulut di TPS tersebut. TPS yang berlokasi di Jalan Petamburan IV itu merupakan tempat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mencoblos.

Cekcok bermula ketika saksi dari pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memprotes petugas kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPPS) di TPS 017 yang mengizinkan pemilih bernama Berliana Sitorus untuk mencoblos. Saksi Anies-Sandi menilai masa aktif KTP milik Berliana sudah berakhir sejak dua tahun silam.

Meski begitu, nama Berliana tetap masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 017 Petamburan. Tim Anies-Sandi juga mempermasalahkan identitas milik Berliana yang bukan e-KTP.

Namun, petugas KPPS punya pandangan lain. Mereka berkeyakinan siapa pun yang nama nya tercantum dalam DPT berhak mencoblos.

Suasana makin ricuh saat sejumlah warga yang mengaku dari RW 04 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu ikut melakuan protes. Sejumlah warga lantas mengusir kehadiran pemilih yang hanya berbekal KTP tersebut.

Baca juga : Petugas TPS Dekat Rumah Anies Sempat Marahi Awak Media

“Berapa anda dibayar? Bilang saja! Enak saja bisa leluasa milih ke TPS. Pulang sana,” tegas salah seorang warga.

Ketua Panitia Pemilihan Suara (PPS) Petamburan Wiwin yang berada di TPS 17 lantas mencoba menengahi. Warga yang protes tetap ingin mengusir Berliana.

Wiwin menuturkan, mestinya Berliana tetap diizinkan memilih di TPS 017. Sebab, namanya sudah di dalam DPT.

“Kalau nama pemilih sudah ada di DPT, maka dia berhak untuk melakukan pencoblosan. Soal KTP kedaluwarsa itu berurusan dengan kelurahan,” ujar Wiwin

Upaya menengahi warga pemilih yang dilakukan oleh Wiwin sebagai perwakilan KPU akhirnya gagal. Wiwin akhirnya pergi untuk menghindari kemarahan warga.
(Muspri-sisidunia.com)