Home » News » 3 Hakim PN Yang Legalkan Pabrik Semen Gresik Dilaporkan ke Komisi Yudisial

3 Hakim PN Yang Legalkan Pabrik Semen Gresik Dilaporkan ke Komisi Yudisial



Jakarta – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Hal tersebut dikarenakan, mereka menyatakan izin pabrik semen Kendeng sah. Berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK), izin pabrik semen itu dicabut.

3 Hakim PN Yang Legalkan Pabrik Semen Gresik Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Gambar ilustrasi

Kasus bermula saat dua warga yaitu Pramono Setyo Mustiko dan Agus Sugiharto menggugat izin Gubernur Jawa Tengah tentang pabrik semen. Dalam gugatan tersebut, keduanya meminta majelis hakim PN Gresik menyatakan izin itu sah dan legal. Padahal Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan izin tersebut.

Baca juga : Polda Kalimantan Tengah Bongkar Praktek Prostitusi Kelas Atas

Hasilnya, PN Gresik mengabuklan permohonan itu pada 27 Februari 2017. Trio hakim agung PN Gresik, Syaifudin Zuhri, anggota Putu Mahendra dan Aria Dedy menyatakan izin pabrik semen itu legal. Putusan itu membuat kaget dan masyarakat melaporkan trio hakim itu ke KY.

“Kami melaporkan ke KY kejangalan proses sidang kasus Kendeng ini, jadi yang kami laporkan proses kejanggalan yang ada di PN Gresik,” ujar tim Advokasi Koalisi Lingkungan Hidup, Azhar N.F Alam dikonfirmasi detik, Kamis (20/4/2017).

Kejanggalan lain, gugatan perdata itu divonis dalam waktu yang singkat, tidak sampai 2 bulan.

“Majelis tergesa-gesa dalam sidang, seolah-olah kasus ini spesial,” bebernya.

Nah, dengan putusan PN Gresik itu, pabrik semen menjadikan novum untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis PK masyarakat. Azhar dkk meminta KY memantau proses tersebut.

“Sekarang PT Semen Indonesia mengajukan PK atas PK terhadap putusan PK MA No.99 PK/TUN/2016, dengan ada alasan novum baru yakni putusan perdata PN Gersik,” pungkasnya.

(bens – sisidunia.com)