Home » News » Konfirmasi Bupati Boyolali Terkait Rencana Pembangunan ‘Disneyland’

Konfirmasi Bupati Boyolali Terkait Rencana Pembangunan ‘Disneyland’



Boyolali – Kabar rencana pembangunan Taman Hiburan Disneyland di wilayah Boyolali, Jawa Tengah, telah dibantah oleh The Walt Disney Company. Perwakilan The Walt Disney Company mengatakan bahwa untuk saat ini masih belum ada rencana pembangunan di Indonesia, khususnya di wilayah Boyolali.

Konfirmasi Bupati Boyolali Terkait Rencana Pembangunan 'Disneyland'

Bupati Boyolali, Seno Samodro

Kini kebenaran berita tersebut juga dibantah oleh Bupati Boyolali Seno Samodro sendiri. Dia mengatakan bahwasanya maksud dari pernyataannya yang sebelumnya adalah rencana pembangunan wahana hiburan ‘sekelas’ Disneyland.

Untuk nilai investasi, dia membenarkan jika besarannya sekitar Rp 6 triliun dengan luas lahan 100 hektar. Investasi tersebut tidak hanya berasal dari satu investor, namun beberapa.

Seno juga enggan menyebutkan wahana apa saja yang akan dibangun tersebut. Sedangkan untuk lokasi, Seno juga masih merahasiakannya

“Karena investornya banyak, kemungkinan namanya bukan Disneyland. Sepertinya mereka juga mendengarkan aspirasi kita. Bisa namanya jadi Pasar Selasa Kliwon,” ujar Seno sembari berkelakar kepada wartawan, Selasa (18/04/2017).

Baca juga : Tanggapan Walt Disney Company Terkait Pembangunan Disneyland Boyolali

Tekait lokasi, Seno berjanji akan menyediakannya jika investor sudah membayar pada bulan Mei nanti. Setelahnya barulah pembebasan tanah dan pembangunan akan dimulai

Seno menegaskan, pembangunan wahana tersebut sepenuhnya dibiayai investor asing tanpa sedikitpun menggunakan APBD maupun APBN.

Disinggung soal investor yang akan mengerjakan proyek prestisius tersebut, Seno menyebut kemungkinan ada beberapa dengan bentuk kerja sama franchise.

“Mungkin dari beberapa investor. Misalnya nanti 23 persen diambil wahana Disneyland, 20 persen Universal Studios, 9 persen Warner Bros atau Paramount Pictures, semuanya sangat dimungkinkan. Bisnis itu tergantung pembicaraan dan lobinya,” urainya.

Seno memperkirakan, setelah selesai dibangun nanti, harga tiket masuk ke wahana hanya sebesar Rp50 ribu. Sedangkan untuk bisa menikmati seluruh atraksi yang ada di wahana, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 600 ribu. Harga tersebut lebih murah dibanding wahana serupa di Hongkong atau Jepang, yang berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.
(Muspri-sisidunia.com)