Home » News » Fadli Zon Menilai Penegakkan Hukum di Era Jokowi Buruk

Fadli Zon Menilai Penegakkan Hukum di Era Jokowi Buruk



Jakarta – Publik dihebohkan dengan adanya penangkapan sejumlah orang yang kritis dimana diduga akan melakukan makar pada pemerintah. Sejumlah orang yang dimaksud seperti Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath dan empat orang lainnya.

Fadli Zon Menilai Penegakkan Hukum di Era Jokowi Buruk

Fadli Zon dan Presiden Jokowi

Al Khaththath beserta empat orang lainnya ditangkap oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan makar jelang Aksi 313 pada Jumat lalu (31/03/2017). Kini kelima orang tersebut masih ditahan di Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan Khaththath dan kawan-kawan berencana menggulingkan pemerintahan yang sah usai pencoblosan pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, Aksi 313 merupakan bagian dari pemanasan menuju makar.

Sempat beredar kabar bahwa kelima orang tersebut dilarang untuk dijenguk oleh siapa pun, termasuk keluarga sendiri. Namun hingga kini masih belum ada alasan yang jelas terkait pelarangan orang-orang yang ingin menjenguk Al Khaththath dan kawan-kawan.

Menanggapi kabar tersebut, Fadli Zon memiliki sebuah rencana untuk bertindak. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menyatakan, dirinya akan menyambangi Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian RI di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/4).

Rencana itu sebagai respons atas aduan masyarakat terkait sulitnya menemui Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath yang menjadi tersangka makar dan kini ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob.

“Ini kan orang tidak boleh menjenguk, tidak jelas statusnya, tidak jelas tuduhan-tuduhannya,” kata dia di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/4).

Baca juga : Fadli Zon Menilai Gesekan Terjadi Karena Ahok Menyinggung Kelompok Islam

Rencananya, Fadli akan mengajak serta Komisi III DPR ke Mako Brimob Kelapa Dua. Politikus Partai Gerindra itu meyakini Polri tidak akan menghalanginya untuk menemui Al Khaththath.

“Aneh kalau dihalangi. Ada apa, kok dihalangi?” ujarnya.

Fadli juga menyebut Polri tak punya dasar untuk menjerat pemilik nama asli Gatot Saptono itu sebagai tersangka makar. Dalam pandangan Fadli, jerat itu sebagai upaya membungkam tokoh-tokoh kritis.

“Saya kira ini adalah pemberangusan terhadap hukum dan HAM yang harus segera dihentikan,” tegas Fadli.

Secara terbuka Fadli juga mengkritik Presiden Joko Widodo. Sebab, penegakan hukum di era kepemimpinan presiden yang beken dengan julukan Jokowi itu justru yang terburuk dibanding masa lampau.

“Saya kira tidak ada penegakan hukum lebih buruk (daripada) di zaman Jokowi-JK,” papar Fadli.
(Muspri-sisidunia.com)