Home » News » Edan, Tak Bisa Bayar Iuran Sekolah, Guru Ini Minta Siswinya Jual Diri

Edan, Tak Bisa Bayar Iuran Sekolah, Guru Ini Minta Siswinya Jual Diri



Jakarta – Tugas sebagai seorang pendidik alias guru memang berat dan tidak mudah. Apalagi ketika berhadapan dengan murid-murid yang ‘bermasalah’ selama di sekolah.

Edan, Tak Bisa Bayar Iuran Sekolah, Guru Ini Minta Siswinya Jual Diri

Ilustrasi

Sedikit saja kesalahan yang dilakukan seorang guru dalam mendidik muridnya, bisa berakibat fatal bahkan mungkin sampai pada jangka panjang. Karena dari didikan seorang guru, lahirlah para calon generasi bangsa yang diharapkan mampu mengharumkan nama Bangsa Indonesia.

Seperti sebuah kesalahan yang dilakukan oleh seorang guru di SMKN 3 Padang Sidempuan. Guru yang berinisial KS ini diduga telah melakukan kekerasan verbal pada murid-muridnya.

KS memanggil lima siswinya yang menunggak iuran Pengelolaan Usaha (PU) sebesar Rp400.000. Ia menyarankan para siswi yang menunggak iuran itu ‘menjual diri’, agar bisa melunasi iuran PU.

KS juga diduga melakukan kekerasan verbal terhadap salah satu muridnya yang bernama Amelya Nasution (Amel). Hal itu yang diduga menjadi pemicu Amel bunuh diri dengan meminum racun setelah dipanggil guru akibat mengunggah kebocoran Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang dilakukan oleh guru.

Pemerhati perempuan dan anak, Giwo Rubianto Wiyogo, meminta guru KS ditindak tegas.

Baca juga : Oknum Guru yang di Duga Cabul Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Jika guru sudah melakukan kekerasan verbal, maka dia berarti bukan pendidik yang benar. Jangan didiamkan,” ujar Giwo di Jakarta, Minggu (16/04/2017).

“Guru yang baik haruslah bisa mengendalikan emosinya dalam menghadapi anak didiknya,” kata Giwo.

Giwo meminta guru seperti itu agar tidak didiamkan sehingga perlu ada tindakan tegas, karena akan mengganggu kondisi belajar-mengajar di sekolah itu.

“Dinas pendidikan setempat harus mengambil tindakan tegas. Jangan didiamkan,” pinta dia.
(Muspri-sisidunia.com)