Home » News » Oknum Guru yang di Duga Cabul Ditetapkan Sebagai Tersangka

Oknum Guru yang di Duga Cabul Ditetapkan Sebagai Tersangka



Ternate – Pada hari kamis (13/04/2017) kemarin seorang oknum guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Hasan Kota Ternate ditetapkan sebagai tersangka pencabulan siswi SMP di sekolahnya. Oknum guru tersebut berinisial IAR (40) ini telah dijerat dengan pasal berlapis oleh pihak kepolisian Polres Ternate.

Oknum Guru yang di Duga Cabul Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ilustrasi

Saat kabar tersebut dikonfirmasikan kepada Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Moch Arinta Fauzi, ia membenarkan berita tersebut. IAR telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka dan telah dijerat dengan pasal berlapis.

”Pelaku sudah ditahan dan sudah resmi jadi tersangka. Pelaku ini kita jerat dengan pasal berlapis karena yang bersangkutan (IAR, red) merupakan residivis kasus yang sama,” jelas Arinta, Minggu (16/04/2017).

Arinta mengatakan bahwa IAR dijerat dengan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76E Jo pasal 82 ayat 2 Jo pasal 82 ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk ayat 2, pemberatan karena tersangka merupakan tenaga pendidik. Sementara ayat 3, pemberatan karena tersangka residivis untuk kasus yang sama. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” terangnya.

Pelaku tercatat bukan pertama kali melakukan perbuatan bejat tersebut. Melainkan pelaku sudah beberapa kali melakukan aksinya di sekolah yang berbeda tempatnya mengajarnya. Bahkan pelaku pernah dipenjara atas kasus yang sama.

Baca juga : Dirayu Lewat Chat di Medsos, Siswi SMP Mau Diajak Bercinta

“Pelaku juga pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang siswinya sewaktu menjadi guru di SMP Negeri 2 Kota Ternate,” katanya.

Terakhir, aksi tidak terpuji oknum guru itu dilakukan di Sekolah tempatnya mengajar yakni SMP Nurul Hasan. Untuk diketahui, IAR melancarkan aksi bejatnya pada Kamis (13/04/2017) sekira pukul 08.30 pagi dengan korban MY (14) siswinya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 3.

Dengan memanfaatkan suasana tenang menjelang ujian sekolah, pelaku kemudian memanggil korban dan memeluknya dari arah belakang. Pelaku kemudian meraba-raba di bagian sensitif korban. Korban tidak bisa berbuat banyak dan hanya diam.

Setelah pulang ke rumah, korban kemudian menceritakan kepada orang tuanya. Keluarganya lalu membuat laporan ke Mapolres saat itu juga.
(Muspri-sisidunia.com)