Home » News » BNNK Cianjur Mengawasi Peredaran Teh Arab Yang Mengandung Narkoba

BNNK Cianjur Mengawasi Peredaran Teh Arab Yang Mengandung Narkoba



Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) memerintahkan BNNK Cianjur, Jawa Barat mengawasi peredaran dan penanaman “teh Arab”. Pasalnya, benda yang lebih dikenal dengan tanaman khat itu ternyata mengandung narkoba.

BNNK Cianjur Mengawasi Peredaran Teh Arab Yang Mengandung Narkoba

Daun Khat, teh yang mengandung narkoba

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik di Cianjur, mengatakan, intruksi itu datang langsung dari Kepala BNN, Komjen Budi Waseso. Terutama memantau secara intersif kawasan Cipanas, Pacet dan Sukaresmi yang disinyalir digunakan sebagai tempat peredaran dan penanaman teh Arab.

Hendrik menyebut, tanaman tersebut mengandung zat katinon atau narkoba golongan 1. Diduga tanaman itu mulai ditanam di Cianjur karena di wilayah lain seperti Bogor telah diberantas petugas.

“Tanaman yang disebut teh Arab atau khat mulai dikenal sejak 2013, hasil tes laboratorium, tanaman khat kuat mengandung katinon. Tanaman ini jika dikonsumsi lewat dari 48 jam maka masuk dalam narkotika Golongan III untuk katina,” jelas Hendrik, Minggu (16/4/2017).

Hendrik menambahkan, katinon dan katina memiliki efek stimulan seperti timbulnya euphoria, hiperaktif, tidak mengantuk dan tidak menimbulkan rasa lapar. Alhasil, pemakai dapat merasakan efek yang sama dengan mengkonsumsi ganja atau sabu.

Rencananya, BNNK Cianjur akan menyosialisasikan tentang jenis tanaman teh Arab tersebut, mulai dari bentuk sampai efeknya. Hendrik meminta warga tidak mudah menanam tanaman yang diberikan orang tidak dikenal terlebih dari warga asing asal Timur Tengah.

“Jangan sampai warga Cianjur dimanfaatkan, salah satunya tidak mudah terpengaruh ketika diminta menanam jenis tanaman yang belum dikenal,” sambungnya.

Sementara peredaran narkoba jenis sabu dan ganja, terang Hendrik, tidak hanya di perkotaan, tapi sudah menyebar ke pedesaan. Sehingga jajarannya bersama berbagai kalangan gencar memerangi hal tersebut.

“Bahkan partisipasi warga cukup tinggi terkait peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing,” terang Hendrik.

Sementara anggota DPRD Cianjur, menyatakan kesiapan untuk membantu mensosialisasikan pada warga terkait barang haram jenis baru bernama teh arab atau tanaman khat tersebut.

“Harapan kami warga sudah faham dan mengerti perihal tanaman yang dilarang untuk ditanam tersebut, namun kami akan ikut membantu pihak terkait untuk melakukan sosialisasi agar warga tidak terjebak,” papar anggota DPRD Cianjur, Lika Nurhayati.

(bens – sisdiunia.com)