Home » News » Polisi Gerebek Anggota DPRD Saat Belum Klimaks Dengan Siswi SMA

Polisi Gerebek Anggota DPRD Saat Belum Klimaks Dengan Siswi SMA



Jakarta – Polisi menggerebek anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Gazali Rahman ketika berhubungan badan dengan siswi SMA di dalam mobil.

Polisi Gerebek Anggota DPRD Saat Belum Klimaks Dengan Siswi SMA

Gambar ilustrasi

Gazali tertangkap basah sedang bercumbu dengan seorang pelajar SMA beinisial I di kawasan Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aluh Idut, Kandangan, pada Selasa (11/4/2017).

Baca juga : Kebaran Mobil Yang Terjadi Saat Pengajian Habib Rizieq

“Saat digerebek warga berdasarkan pengakuan pelaku (Gazali) kepada penyidik mengakui sudah melakukan hubungan badan. Namun belum sampai klimaksnya sudah digerebek,” ujar Kasubag Humas Polres HSS AKP Agus Winartono, Kamis (13/4/2017).

Kasubbag Humas menjelaskan saat I sedang melakukan olahraga lari atau jogging di kawasan GOS Aluh Idut. Dia kemudian bertemu dengan Gazali Rahman.

Pria berusia 42 tahun itu memanggil I dengan melambaikan tangannya. Merasa dipanggil korban pun mendatanginya dan GR langsung menyuruh masuk ke dalam mobil dinasnya yang sudah terparkir di kawasan GOS Aluh Idut.

Setelah keduanya masuk kedalam mobil, Gazali Rahman kemudian memeluk, mencium pipi kiri sampai leher, sambil tangan kiri oknum anggota dewan dari Partai PKS ini meraba dada I.

Kemudian, Gazali lantas melepas celananya dan celana I. Siswi SMA itu itu sempat berusaha menolak, tetapi Gazali membujuknya, sehingga akhirnya mau melepas celananya sampai bagian lutut.

Selanjutnya, Gazali menyandarkan tubuh I di bagian jok mobil dan langsung mencabulinya. Mungkin karena mobil itu bergoyang, entah bagaimana, kejadian itu diketahui oleh warga. Gazali Rahman akhirnya akhirnya langsung diamankan ke Polres HSS.

Agus mengungkapkan, pencabulan yang dilakukan Gazali Rahman yang sudah berkeluarga ini masih belum diketahui apakah sekadar suka sama suka atau ada hubungan.

“Kalau itu saat ini masih dalam tahap pemeriksaan penyidikan,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan sementara kepada penyidik keduanya sudah bertemu sebanyak empat kali. Namun, belum diketahui apakah pertemuan tersebut juga melakukan perbuatan serupa atau tidak.

“Untuk GR sendiri kami dijerat Pasal 81 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun,” tegas Agus.

(bens – sisidunia.com)