Home » News » Konsleting Travo, Pabrik PT Miwon di Gresik Terbakar

Konsleting Travo, Pabrik PT Miwon di Gresik Terbakar



Gresik – Kejadian kebakaran yang terjadi di pabrik PT Miwon Indonesia di Dusun Semambung Desa driyorejo, Gresik diduga konsleting pada travo. Empat Unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Konsleting Travo, Pabrik PT Miwon di Gresik Terbakar

Gambar ilustrasi

Salah satu satpam perusahaan mengatakan kebakaran di pabrik terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Rabu (12/4/2017).

“Awalnya kami berusaha memadamkan dengan APAR sambil menunggu pemadam kebakaran datang tapi api tidak bisa dikuasai. Kejadiannya pertama sekitar pukul 23.45 WIB,” kata satpam yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Kamis (13/4/2017).

Lokasi travo yang terbakar berada di belakang pabrik. Petugas tidak mengizinkan pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalam lokasi pabrik.

“Api padam sekitar pukul 01.15 WIB,” ujar satpam itu.

Pantauan detikcom, semburat memerah terlihat dari luar pabrik sebelum api padam. Sedangkan kepulan asap terlihat dari radius sekitar 1 km. Selama proses pemadaman, listrik di dalam dan sekitar pabrik dipadamkan. Sedangkan 4 unit mobil pemadam keluar dari pabrik, selang 30 menit kemudian 1 unit kembali masuk ke dalam pabrik.

“Kalau yang satu masuk lagi (pemadam kebakaran) melakukan pembasahan,” imbuh satpam perusahaan itu.

Sementara General Affair PT Miwon Indonesia, Nanang membenarkan telah terjadi kebakaran. Menurutnya, travo yang terbakar merupakan power dari pabrik PT Miwon yang diduga akibat korsleting.

“Kita berduka saat ini, kita kena musibah kebakaran di Travo Fider, itu dibilang induk power kita di perusahaan. Informasi sementara di lapangan ada short atau korsleting,” ucap Nanang di lokasi.

Meski api berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam, Nanang mengaku masih belum mengetahui berapa kerugian perusahaan akibat kebakaran tersebut.

“Untuk kerugian materiil saat ini kita masih cek. Kita masih belum tahu, mohon maaf,” sebut dia.

Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban akibat peristiwa tersebut. (bens – sisidunia.com)