Home » Gaya Hidup » Penderita Thalssemia Memerlukan Transfusi Darah Untuk Memperpanjang Hidup

Penderita Thalssemia Memerlukan Transfusi Darah Untuk Memperpanjang Hidup



Jakarta – Thalssemia merupakan penyakit genetik yang hingga kini belum dapat disembuhkan. penyakit tersebut juga berimplikasi pada anemia.

Penderita Thalssemia Memerlukan Transfusi Darah Untuk Memperpanjang Hibdup

Gambar ilustrasi

Dr dr Pustika Amalia, SpA(K), Ketua Divisi Hemato-Onkologi Anak RSCM, menjelaskan thalassemia adalah kelainan bawaan di sel darah merah. Umumnya, penderita kekurangan protein pembentuk sel darah merah normal yang disebabkan faktor genetik.

Baca juga : Islam Anjurkan Puasa Kepada Pria Bujang Ini

“Jadi, kalau ada anak dengan thalassemia yang mayor, pasti kedua orangtuanya minor (memiliki sifat pembawa). Jadi, ia tidak bisa membentuk sel darah merah normal, sehingga anaknya menjadi pucat dan lemas,” ujar dr Pustika di Hotel Akmani dalam Seminar ‘Pemeriksaan Hemoglobin Langkah Awal Kenali Gejala Anemia’, Rabu (12/4/2017).

Penderita thalassemia membuat sel darah merah mudah pecah, penderita thalassemia perlu menjalani transfusi darah dan pengobatan seumur hidup.

Selain itu, di dalam tubuhnya terjadi penumpukan zat besi. Bila tidak segera diatasi, penumpukan ini bisa terjadi pada jantung, hati, atau sistem endokrin. Jika dibiarkan, penumpukan dapat berimplikasi pada gangguan fungsi jantung, gangguan hormonal, dan hati.

Thalassemia perlu mendapatkan pasokan transfusi darah untuk menyelematkan hidupnya. Setidaknya, dr Pustika menambahkan, penderita thalassemia yang ditransfusi darah memiliki kesempatan hidup 20 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang tidak melakukan transfusi.

“Pada thalassemia, sel darah merah ini hancur dan bisa menyebabkan anemia. Maka dari itu, anak perlu mendapatkan transfusi darah seumur hidupnya,” tukas​ dr Pustika.

(bens – sisidunia.com)