Home » Gaya Hidup » ASI Bermanfaat Mencegah Risiko Alergi Pada Anak

ASI Bermanfaat Mencegah Risiko Alergi Pada Anak



Jakarta – Seorang bayi yang baru lahir wajib mendapatkan asupan gizi yang berasal dari Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI pada bayi secara eksklusif wajib diberikan hingga usia bayi minimal selama enam bulan.

ASI Bermanfaat Mencegah Risiko Alergi Pada Anak

Ilustrasi

Tentu saja terdapat segudang manfaat yang akan didapatkan pada bayi yang mengkonsumsi ASI secara Eksklusif selama enaam bulan. Salah satu manfaatnya dalam jangka panjang adalah anak akan jauh dari penyakit dan tumbuh menjadi anak yang sehat. Penyakit yang bisa dicegah salah satunya risiko alergi.

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Budi Setiabudiawan dalam Media Gathering bersama Nutricia di Jakarta, Rabu (05/04/2017) menjelaskan, usaha pemberian asupan nutrisi pada anak mencegah bakat alergi atau sebagai pengobatan. Karena itu anak harus diberikan ASI minimal hingga usia 6 bulan.

“Untuk anak-anak berbakat alergi, anak sesudah lahir, sebaiknya lahir normal lalu diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan,” kata Budi.

Saat menyusui, ibu tidak ada pantangan untuk makan apa saja. Untuk pencegahan, selama kehamilan ibu harus menghindari rokok baik aktif atau pasif.

“Selama hamil ibu boleh makan apa saja. Tak ada pantangan,” jelasnya.

Baca juga : Heboh Video Eksperimen Soda Bercampur Asam Lambung

Setelah enam bulan, anak harus mendapatkan Makanan Pendamping (MP) ASI. Pemberian makanan juga tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat.

“Makanan pendamping harus diberikan tepat saat enam bulan. Kalau terlambat maka risiko alerginya meningkat,” papar Budi.

Khusus bagi ibu yang tak bisa memberikan ASI karena alasan medis maka bayi dengan risiko atau bakat alergi protein susu sapi bisa diberikan susu pengganti yaitu susu formula hidrosilat atau soya.

“Kalau enggak bisa berikan ASI karena alasan medis, gunakan susu formula hidrolisat parsial untuk pencegahan. Namun jika bakatnya sudah muncul maka berikan susu formula hidrosilat ekstensif atau asam amino atau soya kedelai,” pungkas Budi.
(Muspri-sisidunia.com)