Home » News » Pria di Palembang Sebar Video Tanpa Busana Pacarnya Karena Gagal Menikah

Pria di Palembang Sebar Video Tanpa Busana Pacarnya Karena Gagal Menikah



Palembang – Seorang pria tega menyebar video bugil pacarnya lantaran mereka gagal menikah. Akibat perbuatannya, pria yang bernama Purna Irawan itu kini harus mendekam di sel tahanan Polres Palembang.

Pria di Palembang Sebar Video Tanpa Busana Pacarnya Karena Gagal Menikah

Gambar ilustrasi

Kejadian ini berwal saat Purna berkenalan dengan seorang wanita berusia 27 tahun di Palembang. Saat berkenalan dengan wanita itu, Purna mengaku anggota BNN di Batam. Wanita tersebut terkesima pada Purna dan mereka pun berpacaran hingga melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Baca juga : Sandiaga Ingin Hadirkan Taman Jomblo di DKI

Namun hubungan mereka kandas lantaran sang pacar mengetahui Purna bukanlah anggota BNN. Purna ternyata hanya pekerja bangunan. Rencana pernikahan mereka gagal karena sang pacar sakit hati ditipu.

Purna akhirnya mengancam pacarnya dengan menyebarkan video hubungan intimnya di media sosial Facebook.

“Saya sengaja ancam menyebar video itu, karena dia menolak diajak nikah setelah tahu saya bukan anggota BNN,” ujar Purna di Polresta Palembang saat menjalani pemeriksaan, Senin (10/4/2017).

Dengan wajah yang tampak tanpa bersalah, pria yang merupakan warga Jalan Muara Teladan, Kecamatan Kayu Are, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, itu akhirnya nekat menyebarkan video tersebut kepada keluarga korban.

Menurutnya, dengan menyebarkan video tersebut kepada kakak korban, keluarga akan tahu dan pihak keluarga akan merestui pernikahan mereka. Tapi hal itu gagal, Purna malah dilaporkan keluarga sang pacar dan ditangkap polisi.

Purna mengatakan alasan dia mengaku sebagai anggota BNN adalah pacarnya seorang sarjana. Sedangkan Purna hanyalah lulusan SMP.

“Dia itu lulusan sarjana, Pak, sedangkan saya cuma lulusan SMP. Jadi saya ngaku sebagai anggota BNN saja, biar dia mau sama saya,” tuturnya.

Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB juga mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan segera melakukan pemeriksaan, terutama untuk pidana pokok yang dilaporkan pihak keluarga.

“Sudah kita terima, nanti kita proses dulu pidana pokoknya. Terkait pencatutan nama BNN, akan kita dalami dulu,” ujar Wahyu di Mapolresta Palembang.

(bens – sisidunia.com)