Home » News » Pemberantas Korupsi Disiram Air Keras Dengan OTD

Pemberantas Korupsi Disiram Air Keras Dengan OTD



Jakarta – Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mengaku kaget terkait aksi penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan. Penyiraman ini dinilai tidak bisa dilepaskan dari kiprah Novel di KPK.

Pemberantas Korupsi Disiram Air Keras Dengan OTD

Novel Baswedan

“Tidak bisa dilepaskan bahwa penyerangan ini berhubungan erat dengan kerja Novel sebagai penyidik KPK,” kata peneliti PSHK Miko Ginting dalam keterangannya, Selasa (11/4/2017).

Baca juga : DPR Mengecam Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Miko menuturkan, Novel merupakan penyidik KPK untuk kasus-kasus yang kompleks hingga yang terkini ekskalasi kasus dugaan korupsi e-KTP yang juga sedang meningkat. Dia juga menilai penyerangan brutal ini menunjukkan bahwa agenda pemberantasan korupsi selalu mendapat perlawanan balik.

“Serangan ini adalah satu dari serangan nyata terhadap pemberantasan korupsi setelah serangan-serangan sebelumnya. Saat ini Novel Baswedan adalah kita. Serangan terhadap Novel Baswedan adalah serangan terhadap kita barisan gerakan anti korupsi,” ujarnya.

Menurut Miko, setiap usaha mengganggu penyidik KPK adalah bentuk obstruction of justice sebagaimana diatur dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk itu, PSHK mendesak pihak kepolisian segera bekerja dengan serius untuk menemukan pelaku serangan keji tersebut.

“KPK dan kepolisian perlu selidiki potensi kaitan antara teror terhadap Novel dengan upaya Obstruction of Justice sesuai dengan Pasal 21 dan 22 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Miko.

Selain itu, Miko juga meminta KPK agar segera memberlakukan mekanisme proteksi terhadap penyidik-penuntut yang sedang bekerja membongkar kasus-kasus tindak pidana korupsi.

Kejadian tersebut terjadi ketika Novel berjalan kaki menuju rumahnya usai menjalankan ibadah salat subuh di Masjid Al Ikhsan. Dua orang yang berboncengan mengenakan satu sepeda motor mengikutinya. Saat mendekati Novel, satu orang menyiramkan air keras. (bens – sisidunia.com)