Home » News » UNICEF Perjuangakan Pembebasan Anak-Anak Rohingnya yang Ditahan Militer Myanmar

UNICEF Perjuangakan Pembebasan Anak-Anak Rohingnya yang Ditahan Militer Myanmar



Yangon – Badan anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNICEF sedang berjuang untuk membebaskan anak-anak etnis minoritas Rohingnya yang ditahan oleh Militer Myanmar. Anak-anak tersebut ditahan karena diduga terlibat dengan sekelompok pemberontak setempat.

UNICEF Perjuangakan Pembebasan Anak-Anak Rohingnya yang Ditahan Militer Myanmar

Pengungsi Rohingnya

Pada hari senin (10/04/2017) sebuah media Reuters memberitahukan bahwa laporan yang mereka miliki dari kutipan dokumen kepolisian Myanmar menyebutkan bahwa anak-anak dengan usia paling muda 10 tahun termasuk dalam ratusan warga Rohingya yang ditahan atas dakwaan terlibat dengan kelompok pemberontak setempat.

Menurut dokumen tertanggal 7 Maret itu, sedikitnya ada 13 remaja dari lebih dari 400 warga Rohingya yang ditangkap sejak 9 Oktober 2016, saat kelompok pemberontak menyerang tiga pos kepolisian di negara bagian Rakhine, dekat perbatasan Bangladesh.

Baca juga : Bangun Dua Sekolah di Negara Bagian Rakhine, Menlu RI Berharap Anak-Anak Etnis Rohingnya Dapat Pendidikan yang Baik

Serangan yang diklaim didalangi oleh kelompok pemberontak setempat itu memicu krisis terbesar dalam kepemimpinan Aung San Suu Kyi di Myanmar. Lebih dari 75 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, karena menghindari operasi militer Myanmar yang disebut sarat kekerasan.

“Isu itu dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi dan UNICEF merasa terdorong agar isu ini diketahui oleh otoritas setempat, yang secara spontan menyatakan kekhawatiran dan kesediaan mereka untuk mengambil tindakan,” tutur perwakilan UNICEF untuk Myanmar, Bertrand Bainvel.

Aturan hukum yang berlaku di Myanmar menyatakan, anak-anak berusia antara 7-12 tahun hanya bertanggung jawab secara kriminal jika dianggap cukup dewasa untuk memahami konsekuensi tindakan mereka.
(Muspri-sisidunia.com)