Home » News » Seorang Bocah Disunat Jin Gegerkan Warga Bojong Tengah

Seorang Bocah Disunat Jin Gegerkan Warga Bojong Tengah



Bogor – Anak dari pasangan Ali Sobana dan Handayani, Sangaji Surya Wiguna, menggegerkan warga Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Pasalnya, kondisi alat kelamin Sangaji seperti sudah disunat.

Seorang Bocah Disunat Jin Gegerkan Warga Bojong Tengah

Gambar ilustrasi

Padahal, anak yang masih berusia 4,5 tahun ini sama sekali belum pernah disunat. Mulanya, nenek Sangaji yang mengetahui lebih dulu saat anak semata wayangnya itu hendak memakai baju, usai dimandikan pamannya, Dasep, pada Sabtu 8 April lalu.

“Waktu dimandiin jelang magrib tidak ada kejadian aneh,” kata Sobana, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/4/2017).

Tiba-tiba Sangaji ketakutan ketika melihat di seputar alat kelaminnya memerah, namun tidak ada kulit yang terkelupas. Ia pun memberitahukan kejadian aneh itu kepada sang nenek.

“Waktu dilihat oleh neneknya alat kelaminnya berbeda dari sebelumnya. Alat kelaminnya seperti sudah disunat,” tutur Sobana.

Karena penasaran, mereka akhirnya membawa Sangaji ke Acep, sesepuh yang juga seorang mantri di desanya. Sang mantri mengatakan alat kelamin Sangaji benar sudah disunat.

Menurut penuturan sesepuh Kampung Bojong Tengah itu, Sangaji seperti telah disunat oleh tim medis pada umumnya.
“Pak Haji Acep bilang kalau Sangaji telah disunat oleh mahluk gaib,” kata Sobana yang bekerja sebagai pengajar sekolah di Bogor.

Sobana heran melihat fenomena ganjil ini. Sebab sebelum mandi di rumah neneknya sehabis bermain, sang Sangaji tidak merasakan sakit apapun.

“Waktu ditanya sempat bertemu sama siapa atau melihat sosok apa, dia mengaku tidak (tahu),” Sobana.

Meski kondisi Sangaji baik-baik saja, namun kedua orangtuanya tetap akan membawanya ke rumah sakit.

“Pengen tahu secara medis dan minta obat dokter,” ujar Sobana.

Saat ini pun Sangaji tetap beraktivitas seperti biasa pasca ‘disunat’ jin ini. Hanya saja, dia masih harus mengenakan sarung. “Masih belum bisa pergi ngaji, soalnya masih takut pakai celana,” Sobana memungkasi.

(bens – sisidunia.com)