Home » News » Sempat Dilarang, Dishub Sulsel Ijinkan Taksi Online Kembali Beroperasi

Sempat Dilarang, Dishub Sulsel Ijinkan Taksi Online Kembali Beroperasi



Makassar – Beberapa waktu yang lalu Dina Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan (Sulsel) menerbitkan surat pernyataan melarang taksi online beroperasi sementara waktu, sembari menunggu terbitnya peraturan gubernur soal moda transportasi itu.

Sempat Dilarang, Dishub Sulsel Ijinkan Taksi Online Kembali Beroperasi

Ilustrasi

Petugas gabungan Direktorat Lalu Lintas bersama Dishub Sulsel merazia taksi online di sejumlah jalan di Makassar. Belasan mobil terjaring. Adapun sopir dibiarkan pulang setelah menanda tangani pernyataan tidak lagi beroperasi.

Kini Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan Ilyas Iskandar memastikan tidak ada lagi razia taksi berbasis online di kota Makassar, terhitung Senin, 10 April 2017. Dia mengakui penindakan yang dilakukan bersama aparat Polda Sulsel beberapa hari belakangan sebagai kekeliruan.

“Yang ada sebenarnya mensosialisasikan Permenhub. Jadi belum ada penindakan. Sifatnya hanya sosialisasi dan edukasi, tapi ada yang menafsirkan lain,” kata Ilyas, di Makassar, Senin (10/04/2017).

Baca juga : Penolakan Taxi Online di Masyarakat Ternyata Hoax

Surat ditandatangani Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub H Ilyas, usai rapat koordinasi di Makassar, Rabu 5 April 2017. Adapun Pergub diharap sebagai tindak lanjut atas berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 sejak 1 April 2017.

Ilyas menyatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan dengan pihak terkait, guna membahas draf Pergub tentang taksi online. Mereka yang diundang antara lain kedua pihak yang sempat berseteru, yakni pengemudi taksi online dan taksi konvensional. Sebelum terbitnya pergub, semua diminta menahan diri.

“Nanti akan dibahas kembali, dan mencari solusi terbaik,” ujar Ilyas. “Kami harap tidak ada lagi masalah. Ini kan mirip-mirip pembagian kue. Bagaimana kue angkutan orang dibagi dengan benar,” dia menambahkan.

Dishub Sulsel juga masih menunggu petunjuk lebih lanjut soal penentuan ambang batas tarif taksi online. Menurut Ilyas, kemungkinan nilainya akan bersaing dengan tarif taksi konvensional. “Ini yang akan dievaluasi ke depan.”
(Muspri-sisidunia.com)