Home » News » Dua Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan Beruntun di Situbondo

Dua Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan Beruntun di Situbondo



Situbondo – Terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor di Jalan Raya Pantura, Situbondo, Minggu (9/4/2107) sore. Akibat kejadian tersebut dua pemotor yang diduga ibu bersama anaknya tewas di tempat.

Dua Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan Beruntun di Situbondo

Gambar ilustrasi

Keduanya menumpang sepeda motor Honda Beat P 6028 ZJ yang mengalami ringsek parah. Dua jenazah langsung dilarikan ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

Baca juga : Seorang Ibu dan Anaknya Disandra Penodong di Dalam Angkot

Sayangnya, identitas kedua korban tidak kunjung ditemukan. Polisi sendiri masih terus bekerja untuk mencari data kedua korban meninggal tersebut.

“Korban meninggal 2 orang. Kalau tidak membawa kartu identitas, nanti datanya kan bisa dilacak dari nopol atau STNK sepeda motornya,” kata Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Himmawan Setiawan, Minggu (9/4/2017).

Kecelakaan beruntun yang menewaskan dua pengendara motor itu terjadi di jalan raya Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan. Pengemudi motor disebutkan bermaksud mendahului truk di depannya.

Namun korban tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah depan. Beberapa saat setelah sepeda motor itu menyalip truk, dari arah depan mendadak muncul minibus jenis Daihatsu Granmax B 9674 BCR. Karena jarak terlampau dekat, kecelakaan pun tak bisa dihindarkan.

Dua pengendara sepeda motor langsung terpental. Di saat bersamaan, dari arah belakang sepeda motor mendadak juga muncul mobil Hyundai Atoz P 1125 LJ.

Sepeda motor mengalami ringsek parah dan dua mobil yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Kecelakaan ini juga sempat memicu terjadinya kemacetan. Arus lalu lintas kembali lancar, setelah korban dan semua kendaraan yang terlibat kecelakaan berhasil dievakuasi.

“Kronologisnya nanti ya. Sekarang kami masih mengambil data-data semuanya. Ini kita baru dari TKP, mau ke rumah sakit. Semua data kita ambil, termasuk data ranmornya. Jadi sabar dulu,” tukas Himmawan Setiawan.

(bens – sisidunia.com)