Home » News » Inilah Penampakan Sejumlah Pistol Rakitan Yang Disita Polisi Dari Terduga Teroris

Inilah Penampakan Sejumlah Pistol Rakitan Yang Disita Polisi Dari Terduga Teroris



Tuban – Pada hari sabtu (08/04/2017) kemarin terjadi aksi teror pada polisi Satlantas Polres Tuban. Akibatnya terjadi aksi baku tembak antara pelaku teroris dengan polisi wilayah di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur.

Inilah Penampakan Sejumlah Pistol Rakitan Yang Disita Polisi Dari Terduga Teroris

Sejumlah barang bukti yang diamankan di Mapolres Tuban

Aksi baku tembak tersebut menewaskan enam orang dan polisi berhasil menangkap satu orang yang masih hidup. Hingga kini masih belum diketahui identitas yang ditangkap tersebut adalah benar salah satu pelakunya atau malah orang gila yang sedang melewati area tersebut.

Tak hanya mengamankan satu orang pria yang masih hidup, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ada didalam mobil Terios berwarna putih yang ditinggalkan pelaku dipinggir jalan dekat lokasi kejadian. Pada sabtu malam usai mengamankan barang bukti yang didapat pasca baku tembak serta mobil yang ditinggalkan pelaku, polisi segera menggelar konferensi pers terkait barang bukti yang diamankan di Mapolres Tuban.

Ada sejumlah pistol rakitan, senjata tajam, sekotak barang berisikan peluru, buku panduan perakitan bom, paspor, helm, dan mobil yang digunakan, yakni Daihatsu Terios bernomor polisi H 9037 BZ diketahui merupakan mobil rental.

Baca juga : Baku Tembak Aksi Teror di Tuban, Polisi Berhasil Amankan Barang Bukti

Satria Aditama adalah terduga teroris pertama yang ditemukan keberadaannya di ladang jagung Dusun Siwalan, Kecamatan Jenu, Tuban, Sabtu (8/4/2017). Satria Aditama berdomisili di Semarang, tewas mengenaskan dengan kondisi rahang tertembus peluru dari senjata api laras panjang polisi.

Satria Aditama tergolong masih sangat muda. Dari identitas yang tertuliskan di paspor, Satria Aditama terlahir pada 28 Oktober 1998 atau masih berusia 19 tahun.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, keenam terduga teroris memang rata-rata masih berusia belasan tahun.

“Meski demikian para pelaku ini adalah orang terlatih dan merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD),” ungkap Irjen Pol Machfud Arifin.
(Muspri-sisidunia.com)