Home » News » Sejumlah Imigran Pencari Suaka Kembali Ke Rudenim Medan

Sejumlah Imigran Pencari Suaka Kembali Ke Rudenim Medan



Jakarta – Sebanyak 513 orang imigran pencari suaka yang selama ini ditempatkan di tujuh asrama (community house) yang ada di wilayah Kantor Imigrasi Klas I-Khusus Medan akhirnya dikembalikan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan. Tanggung jawab dan pengawasan para imigran itu diserahkan kepada pengelola Rudenim.

Sejumlah Imigran Pencari Suaka Kembali Ke Rudenim Medan

Gambar ilustrasi

Kepala Kantor Imigrasi Medan Lilik Bambang Lestari mengatakan, penyerahan tugas dan tanggung jawab pengawasan para imigran itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

Baca juga : Kini Ada Kereta Yang Menuju Bandara Adi Soemarmo di Solo

Selain para imigran, lanjut Lilik, pihaknya juga menyerahkan aplikasi community house yang selama ini dikelola untuk penanganan pengungsi dan pencari suaka. Fungsi aplikasi itu adalah agar seluruh informasi terbaru yang ada di tujuh titik tersebut diketahui.

“Ya ada tujuh titik pengungsi dengan total 513 jiwa yang kita alihkan ke Rudenim,” jelas Lilik.

Sementara itu, Plt Kadiv Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Sabarita Ginting, mengatakan, selain para imigran pencari suaka yang ada di wilayah kerja Imigrasi Kantor Medan, ribuan imigran pencari suaka yang kini ditampung di asrama yang ada di bawah wilayah kerja kantor imigrasi lain juga akan dilimpahkan ke Rudenim.

Sejauh ini, kata Sabarita, terdapat sekira 2.322 orang imigran pencari suaka yang ada di Indonesia. Mereka utamanya berasal dari Iran, Irak, Somalia, Pakistan, Eritrea, Myanmar, Bangladesh, Srilanka, dan Syria.

“Saat ini, mereka tersebar di 21 asrama yang ada di seluruh wilayah kerja Kantor Imigrasi yang ada di Sumut. Paling banyak dari Somalia dan Myanmar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Rudenim Medan, Purbanus Sinaga mengatakan, siap menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk melayani para imigran pencari suaka. Menurut Purbanus, dengan adanya pelimpahan tersebut, maka akan terjadi kelebihan kapasitas di Rudebim Medan. Meski begitu, mereka akan mencari solusi agar para imigran yang dilimpahkan tetap dapat terlayani dengan baik.

“Kita akan kordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM untuk mencari solusi atas over kapasitas ini. Pastilah ada solusi,” katanya.

(bens – sisidunia.com)