Home » News » Oknum Kepala Sekolah di Lampung Tengah Diduga Lakukan Pelecehan Pada Siswi SMP

Oknum Kepala Sekolah di Lampung Tengah Diduga Lakukan Pelecehan Pada Siswi SMP



Lampung – Nama dunia pendidikan kembali tercoreng lantaran ulah salah satu guru sekaligus kepala sekolah yang tega melakukan perbuatan tak senonoh pada seorang siswi SMP. Pelaku yang diduga telah melakukan kekerasan seksual pada siswi SMP ini merupakan kepala sekolah taman kanak-kanak di Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah dan kini ia harus berurusan dengan pihak berwajib.

Oknum Kepala Sekolah di Lampung Tengah Diduga Lakukan Pelecehan Pada Siswi SMP

Ilustrasi

Oknum berinisial AM (34) itu dilaporkan keluarga korban yang masih tetangganya sendiri. Atas laporan itu, Polres Lampung Tengah menangkap AM, Rabu (5/4/2017). Itu setelah keluarga korban Bunga (bukan nama sebenarnya) melaporkan kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan AM.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Resky Maulana menjelaskan, AM memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sedang dirundung masalah untuk melancarkan niat bejatnya. AM juga melampiaskan hasratnya dengan dalih hendak membantu gadis 16 tahun itu mengatasi masalahnya.

“Pelaku dan korban ini bertetangga. Ia dipercaya keluarga korban untuk mengantarkan ke sekolah setiap harinya,” kata Resky dalam ekspose di Mapolres Lamteng, Kamis (06/04/2017).

“Karena korban sekolahnya di Bandar Surabaya dan setiap hari diantar oleh pelaku (ke sekolah),” imbuhnya.

Peristiwa yang membuat Bunga trauma itu terjadi pada akhir Januari 2017 lalu. Saat itu AM mengajak Bunga membolos sekolah. AM membujuk Bunga ke sebuah losmen untuk mendengarkan keluh kesahnya. Tanpa menaruh curiga, Bunga pun mengikuti ajakan itu.

Baca juga : Astaga, Ibu Lima Anak Ajak Dua Pelajar Belasan Tahun Bercinta

Namun, AM menyalahgunakan kepercayaan itu untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Bunga sempat menolak. Akhirnya, usaha AM membujuk Bunga membuahkan hasil. Ia membuat Bunga menyerahkan mahkota paling berharganya.

Kepada polisi, AM mengaku tidak pernah berencana menodai Bunga. Namun, hasrat itu membuncah begitu saja ketika berada di kamar losmen. Setelah kejadian itu, AM menyuruh korban tutup mulut dengan imbalan akan terus membantu korban.

“Satu kali itu saja. Saya tak berpikir awalnya untuk melakukan perbuatan tersebut,” kata AM kepada penyidik kepolisian.

Setelah dilaporkan ke polisi, AM mengaku menyesal, “Saya menyesal karena memang sudah kenal akrab dengan keluarga korban,” kata dia.

Saat ini AM masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Tengah. Ia akan dijerat pasal 81 dan 82 juncto pasal 76 dan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
(Muspri-sisidunia.com)