Home » News » Malindo Air Disebut Wajibkan Calon Pramugari Lepas Baju Saat Wawancara

Malindo Air Disebut Wajibkan Calon Pramugari Lepas Baju Saat Wawancara



Kuala Lumpur – Malindo Air adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berbasis di Malaysia. Maskapai ini merupakan perusahaan gabungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) (51%) dan Lion Air dari Indonesia (49%). Nama ‘Malindo’ berasal dari nama negara masing-masing, Malaysia dan Indonesia.

Malindo Air Disebut Wajibkan Calon Pramugari Lepas Baju Saat Wawancara

Pramugari Malindo Air

Namun baru-baru ini membuat gaduh karena dalam proses wawancara seleksi calon pramugari, mereka meminta calonnya untuk menanggalkan pakaian bagian atas mereka. Tentu saja hal tersebut menuai kontroversi masyarakat khususnya dari kalangan pramugari maskapai penerbangan.

Berita tersebut mencuat setelah The Malay Mail melaporkan kejadian praktik perekrutan dan wawancara pramugari ini terjadi pada tanggal 11 Maret 2017. Para calon pramugari pada saat wawancara tidak hanya melepas pakaian bagian atas saja tetapi mereka juga untuk mengangkat rok mereka, melipat celana mereka, dan melepas stokingnya.

Banyak pramugari marah atas kejadian di Malindo Air selama proses walk-in interview yang dilakukan pada tanggal 11 Maret 2017 lalu.

Dilansir dari The Malay Mail Online para pramugari menyatakan bahwa kejadian itu konyol dan menjijikkan. Selain itu para pramugari mengatakan bahwa mereka tidak pernah datang dalam proses seleksi seperti itu.

Sharifah Muhazlisa Syed Mohd Bakar, pramugari Malaysia Airlines, terkejut ketika ada kandidat pramugari yang diminta untuk menanggalkan pakaian dan memperlihatkan bagian dadanya, mengangkat rok, dan melipat celana mereka serta melepas stoking. Sharifah mengatakan bahwa dia tidak pernah diminta untuk menanggalkan pakaiannya ketika ia pertama kali bergabung dengan penerbangan Malaysia Airlines pada tahun 1996.

“Mereka (kandidat pramugari) yang berlengan panjang akan diminta untuk menyingsingkan lengan baju mereka untuk memeriksa tato dan bekas luka di tangan. Itu saja,” terang Sharifah.

Baca juga : Inilah Deretan Pesawat dan Helikopter Rakitan Indonesia Yang Mulai Dilirik Negara Asing

Pendapat senada juga disampaikan oleh Suganthi Namasivayam, pramugari senior dan pelatih pramugari di Malaysia Airlines. Suganthi mengatakan bahwa calon kandidat pramugari tidak ada yang harus diminta untuk melucuti bajunya ketika proses wawancara seleksi.

Beda lagi pendapat pramugari lain. Seorang pramugari dari AirAsia yang namanya minta disamarkan, mengatakan kejadian untuk menanggalkan pakaian tidak dapat diterima dengan alasan memeriksa kondisi kulit.

“Pihak maskapai hanya bertanya apakah aku punya tato atau bekas luka atau tidak. Saya tidak pernah diminta untuk menanggalkan pakaian saya ,” katanya.

“Maskapai penerbangan (AirAsia) tidak akan memiliki masalah dengan pramugari yang memiliki tato atau bekas luka selama mereka menutupi dengan oleh seragam.” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa cara untuk meminta calon pramugari untuk menanggalkan baju bagian atas sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dengan akal sehat.

“Ini adalah abad ke-21. Tidak ada organisasi yang harus meminta karyawan mereka untuk menanggalkan pakaian mereka. Hal ini sangat menghina.” tambahnya dengan geram.

Sesaat setelah berita ini muncul, pihak Malindo melalui Director of Public Relations and Communication Malindo Air, Raja Sa’adi Raja Amrin langsung memberikan klarifikasi. Bukannya menolak, justru pihak Malino seakan-akan melakukan pembelaan bahwa praktik dalam proses rekrutmen ini wajar.

“Ini bukan masalah, kami punya hak untuk melakukan pengecekan itu pada mereka,” ujar Raja Sa’Adi, Rabu (5/4/2017).

Ia mengatakan bahwa persyaratan pramugari untuk melepas pakaian adalah prosedur normal ketika wawancara.
(Muspri-sisidunia.com)