Home » News » Petinggi PKB : “Mudah-mudahan Seluruh Suara Agus-Sylvi Beralih Ke Ahok-Djarot”

Petinggi PKB : “Mudah-mudahan Seluruh Suara Agus-Sylvi Beralih Ke Ahok-Djarot”



Jakarta – Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur nomer urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni, telah gugur di Pemilihan Kepala (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran pertama. Kini yang maju pada putaran kedua tersisa dua pasangan calon, salah satunya adalah pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Petinggi PKB : "Mudah-mudahan Seluruh Suara Agus-Sylvi Beralih Ke Ahok-Djarot"

Hasbiallah Ilyas tampak menemani Djarot Saiful Hidayat

Oleh karena itu Ketua ‎DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas berharap para pendukung Agus-Sylvi memberikan suaranya untuk Ahok-Djarot. Hasbi menyampaikan hal itu pada saat mendampingi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kampanye di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (04/04/2017). Blusukan dilakukan di RW 08.

“Mudah-mudahan seluruh suara Agus-Sylvi yang menang di sini digantikan dengan Ahok-Djarot,” kata Hasbi.

Hasbi mengatakan, kemenangan Ahok-Djarot harus 90 persen di sini.

“Saya sudah datang ke sini berkali-kali, kalau enggak 90 persen saya malu,” ucapnya.

Hasbi menyatakan, sudah mengenal Djarot sejak lama.

Menurut dia, ‎mantan Wali Kota Blitar itu merupakan sosok yang selalu ingat dengan masyarakat.

Baca juga : Ahok Enggan Berkomentar Terkait Spanduk Jakarta Bersyariah

“Saya kenal beliau (Djarot) dari dulu,” ujar Hasbi.

Meskipun saat ini PKB belum mendeklarasikan dukungan di Pilkada DKI putaran kedua ini. Pada putaran pertama, PKB mendukung pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

“Beberapa kali saya Ditemani Pak Hasbi. Yang penting deklarasinya atau gerakan di lapangan? Ya enggak? Kalau deklarasi setelah itu diam, terus ngapain?” ujar Djarot usai blusukan.

Bagi Djarot yang terpenting adalah pergerakan di lapangan, bukan deklarasi dukungannya.

“Yang penting adalah bagaimana kita bisa turun ke bawah. Deklarasi macam-macam, itu kan hanya sekadar formalitas doang, yang penting bagaimana bisa kita turun bareng karena suara ada di bawah,” tutur Djarot.
(Muspri-sisidunia.com)