Home » News » Terdapat Retakan di Beberapa Titik, Ponorogo Waspada Longsor Susulan di Sekitar Lokasi Longsor Utama

Terdapat Retakan di Beberapa Titik, Ponorogo Waspada Longsor Susulan di Sekitar Lokasi Longsor Utama



Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memperkirakan kemungkinan terjadinya bencana longsor susulan di di Desa Banaran, Kecamatan Pulung masih cukup tinggi. Oleh karena itu BPBD Ponorogo memperingatkan kepada seluruh warga disekitar lokasi untuk tetap waspada.

Terdapat Retakan di Beberapa Titik, Ponorogo Waspada Longsor Susulan di Sekitar Lokasi Longsor Utama

Longsor Ponorogo

“Itu sudah terjadi, kalau tidak salah dua kali, salah satunya itu dari posko bencana sini terdengar cukup keras,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Sumani, Rabu (5/3/2017).

Lokasi longsor susulan tersebut berada pada lereng sebelah selatan dari titik longsor utama. Namun dua kali longsor susulan tersebut jauh lebih kecil dibanding yang sebelumnya.

“Longsor-longsor susulan inilah yang juga perlu kita waspadai, jangan sampai menimbulkan korban jiwa lagi,” ujarnya.

Sementara itu dari pengamatan yang dilakukan tim ahli geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, potensi longsor lanjutan berada pada lereng di sisi kanan dan kiri lokasi longsor utama, karena terdapat retakan di beberapa titik.

Hal itu diketahui setelah tim peneliti melakukan pantauan menggunakan kamera udara. Dari dua sisil lereng Gunung Dede itu, yang memiliki potensi paling besar adalah sisi kanan atau selatan.

Baca juga : Tinjau Lokasi Longsor, Gus Ipul Minta Masyarakat Tetap Waspada Bencana

“Kemudian yang potensi kedua material tanah yang sudah meluncur namun belum sepenuhnya padat, apabila curah hujan tinggi dan resapan air juga tinggi maka bisa terjadi pergerakan,” kata ahli geologi UGM, Bagus Bestari Kamarullah.

Selain potensi longsor susulan, pihaknya juga mengingatkan tentang adanya bahaya lain yakni banjir bandang, mengingat di lokasi longsor saat ini terdapat beberapa aliran dan genangan air.

“Karena di tanah yang belum padat ini apabila genangan air itu tinggi, maka dikhawatirkan bisa lepas sebagai banjir bandang,” jelasnya.

Bagus meminta sejumlah rekomendasi tersebut segera diambil langkah antisipasi dan tindakan lanjutan, sehingga bisa meminialisir risiko yang akan terjadi.
(Muspri-sisidunia.com)