Home » Sport » Restrukturisasi Satker KPA, Uang Saku Atlet Selama 2017 Belum Cair

Restrukturisasi Satker KPA, Uang Saku Atlet Selama 2017 Belum Cair



Jakarta – Bukan hanya uang saku atlet dan pelatih yang belum cair, rupanya pengurus besar cabang olahraga juga tak menerima dana operasional pelatnas. Mereka pun sampai harus menalangi dana akomodasi dan katering.

Restrukturisasi Satker KPA, Uang Saku Atlet Selama 2017 Belum Cair

Restrukturisasi Satker KPA, Uang Saku Atlet Selama 2017 Belum Cair

Sebelumnya beberapa atlet pelatnas mengeluhkan uang saku selama 2017 yang belum cair. Menpora Imam Nahrawi telah meminta agar para alet bersabar menghadapi situasi itu karena adanya restrukturisasi Satuan Kerja di Kuasa Pemegang Anggaran (Satker KPA).

Tapi ternyata, dana operasional pelatnas juga macet. Pengurus besar/pengurus pusat cabang olahraga membuat dana talangan.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga (PB PABBSI), Rosan P Roeslani, memang sudah memprediksi situasi ini. Sebab, macetnya dana di awal tahun sudah tradisi.

“Kalau dari kami alhamdullilah tidak ada masalah. PB akan menalangi jika memang perlu. Saya sih simple-simple saja,” kata Ketua Umum PB Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga (PABBSI), Rosan P Roeslani, Senin (3/4/2017).

“Ya mungkin kalau dari saya, semua kegiatan yang sudah kita rencanakan harus dilaksanakan. Kalau (misalnya) dana belum diberikan pemerintah ya kita talangi dulu. Termasuk semuanya seperti pelatih, atlet, juga pelatih asingnya,” ucap dia.

Baca juga : Cari Pekerjaan Sampingan, Lifter Deni Tak Digaji 3 Bulan

“Iya tentu. Kita tuntut mereka untuk prestasi tetapi kalau hak mereka tidak dipenuhi secara baik benar, lalu tidak tepat waktu dan tidak sesuai dengan yang layak. Itu tidak fair. Makanya, seperti tempat latihan kami pindahkan ya untuk mendukung persiapan mereka juga,” tutur dia.

Keterlambatan uang saku memang terjadi setiap awal tahun. Ini menjadi masalah karena Imam menjanjikan uang saku dan peralatan serta perlengkapan perlombaan atlet pelatnas tak akan terlambat lagi. Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menjadi pemegang tanggung jawabnya.

“Saya mungkin agak beda (tak mau mempermasalahkannya). Kalau saya sih, sudahlah itu. Pokoknya fokus kita pembinaan atlet, pelatih, dan semua perangkat itu harus berjalan sesuai dengan apa yang kami sepakati. Itu saja,”

“Kalau yang lainnya, seperti dana dari pemerintah turun atau enggak, buat saya urusan kedua. Yang penting jalan dulu. Harapan sih lebih baik saja untuk ke depan,” tegasnya.
(Muspri-sisidunia.com)