Home » News » Anies-Sandi Absen di Acara Debat, Pengamat Menilai Itu Merugikan

Anies-Sandi Absen di Acara Debat, Pengamat Menilai Itu Merugikan



Jakarta – Salah satu stasiun swasta menggelar acara debat para calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Djakarta Theater. Namun sayangnya debat tersebut hanya dihadiri oleh pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhalangan hadir.

Anies-Sandi Absen di Acara Debat, Pengamat Menilai Itu Merugikan

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Ketidakhdiran pasangan Anies-Sandi dalam debat salah satu stasiun televisi swasta pada Minggu malam kemarin, disayangkan banyak kalangan. Sebab, para calon pemilih dibuat penasaran dengan penjelasan pelbagai macam program. Kondisi ini juga dikhawatirkan bakal memberi nilai minus kepada mereka.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menuturkan, harus disadari semua pasangan calon tentang efektivitas sebuah debat dalam menaikkan atau menurunkan elektabilitas. Akibat ketidakhadiran ini juga memberi kesan tidak berani dari para pemilih Anie-Sandiaga.

“Absennya Sandiaga Uno dan Anies Baswedan akan sangat merugikan bahkan sanggup menggoyang pandangan pemilih yang semula mengambang akan beralih,” kata Ari Junaedi kepada wartawan, Senin (03/04/2017).

Baca juga : Sandiaga : “Yang Kemarin Memilih Nomor Dua Karena Rasa Takut Kita Yakinkan”

Pengalaman tidak hadir dalam debat sudah dirasakan Agus Harimurti Yudhoyono dan Silvana Murni. Mereka tidak mau menghadiri debat di luar acara KPU DKI. Namun, penampilan mereka di debat resmi dianggap kurang maksimal. Serangan dilakukan Agus dan Silvi kepada lawan justru menjatuhkan elektabilitasnya.

Kehadiran debat dihelat televisi swasta seharusnya dimanfaatkan para calon. Sebab, dengan hadirnya mereka di media tentu bakal menaikkan kesan di mata publik atas kehadiran para calon. Sayangnya hal itu tidak dilakukan Anies-Sandiaga. Padahal, kata Ari, mereka tengah mengikuti Pilgub DKI putaran II.

“Debat di layar kaca harusnya dikapitalisasi dengan maksimal oleh calon karena itulah kesempatan yang berharga. Medium televisi yang bisa dilihat oleh berjuta-juta penonton jauh lebih efektif ketimbang kampanye di satu titik lokasi,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)