Home » Travel & Kuliner » Pengakuan Pemilik Warung Nasi yang Menghebohkan Malaysia

Pengakuan Pemilik Warung Nasi yang Menghebohkan Malaysia



Kuala Lumpur – Foto seorang pria Malaysia yang berdiri di samping tulisan nasi lemak gay menuai kontroversi. Lelaki yang ada di foto tersebut teridentifikasi sebagai Adi Yusuf.

Pengakuan Pemilik Warung Nasi yang Menghebohkan Malaysia

Nasi Lemak ala Malaysia

Adi merupakan pemilik rumah makan Nasi Lemak Gay. Mengetahui nama rumah makannya dikritik, Adi segera mengeluarkan pembelaan.

“Masyarakat begitu cepat mengambil kesimpulan,” ucap Adi seperti dikutip dari The Star, Jumat (31/3/2017).

“Kata Gay ini tidak mereferensikan homoseksual, tapi merupakan akronim dari nama toko saya Gerai Adi Yusuf,” kata dia.

Pria 33 tahun itu mengatakan warung nasinya sudah dibuka sejak akhir Januari lalu. Namun, banner bertuliskan nasi lemak gay baru ia pasang pada Selasa lalu.

“Saya bersiap membuka toko pada pukul 07.10 pagi dan tutup pada 08.45, dalam waktu yang sangat singkat itu seseorang mengambil foto saya dengan banner itu dan menjadi viral,” ucapnya.

“Saya bangun dari tidur siang dan saya mendapat banyak pesan, saya terkejut,” sambung dia.

Adi mengatakan, dia mendapat pesan dari beberapa orang teman dan orang yang tidak dikenal terkait dukungan terkait nasi lemak gay. Namun, beberapa pesan lain menunjukkan kebenciannya.

Baca juga : Restoran Yang Sediakan Pramusaji Berbikini Makin Marak di Taiwan

“Beberapa pesan menyebut makanan saya tidak baik, nanti kalau dimakan jadi gay,” kata dia.

Ia pun mengaku sebagai seorang lelaki tulen. Bukan penyuka sesama jenis.

“Saya sudah menjalankan bisnis (makanan ini) sejak lama, saya bekerja keras. Saya sangat bangga dengan yang sudah saya lakukan ini membuat saya hidup,” jelasnya.

Nama Nasi Uduk Gay ia pilih karena nama tersebut nyentrik dan dipercaya sebagai sebuah tren pemasaran yang baik. Adi mencontohkan, banyak warung makan serupa serupa dengan nama sensional. Seperti nasi lemak pondan (transgender), nasi lemak anak dara (perawan), dan nasi lemak bujang.

Untuk meredam kontroversi Adi pun memutuskan menutup sementara waktu warungnya.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan ke depan, mungkin melanjutkan tanpa banner atau berhenti dan kerja di restoran saja,” ucapnya.
(Muspri-sisidunia.com)