Home » News » Pemuda Asal Jambi Nekat Ceburkan Diri di Kolam Air Panas

Pemuda Asal Jambi Nekat Ceburkan Diri di Kolam Air Panas



Jakarta – Seorang pemuda Koto Baru, Kota Sungai penuh, Jambi bunuh diri dengan cara masuk ke lokasi wisata Air Panas Semurup (Gao Semurup), Kerinci.

Pemuda Asal Jambi Nekat Ceburkan Diri di Kolam Air Panas

Ilustrasi

Warga sekitar pun mendadak geger dengan adanya seorang pria bunuh diri di air panas tersebut pada Minggu (2/4/2017) siang.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Dedi Kurniawan membenarkan kejadian ini. Ia menyebutkan kejadian hari sekira jam 11.30 Wib telah terjadi bunuh diri dengan cara menceburkan diri kedalam air panas Semurup Kecamatan Air Hangat Barat.

Korban atas nama Yuka Hendra (22) seorang pedagang yang tinggal di Desa Limok Manis Kec Koto Baru Rawang Kab Kerinci.

Kronologis kejadian dimana korban Datang sendirian ke Air panas semurup dengan menggunakan Sepeda motor duduk di Pondok jualan. Saat itu tidak ada orang jualan dan korban sambil makan telor rebus.

“Hasil penyidikan Polsek setempat, ketika saksi Tesmanedi datang dengan jarak sekira 40 m dari korban. Korban bergegas membuka bajunya kemudian langsung terjun masuk kedalam kolam air panas, hingga ia tidak terselamatkan,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Air Hangat, Iptu Sahrum Muklis mengatakan keterangan dari saksi. Korban tadi malam pulang dari dagang keliling, dari Payakumbuh Sumbar, dan berpamitan serta minta maaf kepada keluarga yang mana korban berniat hendak masuk gao atau air panas.

Kemudian pada siang harinya disusul dengan SMS oleh korban, hingga saksi pergi mencari ke Air Panas semurup.

Saat saksi melihat korban sedang duduk sendirian, pada saat itu juga korban melihat saksi. Kemudian korban langsung membuka baju dengan memakai sehelai celana jins terjun masuk kolam air panas. Hingga saksi histeris saat melihat korban terjun masuk air panas.

“Korban sudah dibawa pulang menggunakan mobil ambulan kerumah korban di Desa Limo manis Koto Baru Rawang, atas permintaan keluarga korban(tidak memerlukan otopsi),” ujar Kapolsek.

(bens – sisidunia.com)